post image
KOMENTAR

Rusia menolak kehadiran pihak ketiga dalam kerjasama pembuatan pesawat komersil CRAIC CR929 antara United Aircraft Corporation (UAC) Rusia dan Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC). Hal itu disampaikan Wakil Perdana Menteri yang juga Menteri Perdagangan dan Industri Federasi Rusia, Denis Manturov, hari Rabu (28/12).

Sejak dijatuhi berbagai sanksi oleh NATO dan Amerika Serikat karena menginvasi Ukraina, Rusia terpaksa menghentikan banyak proyek kolaborasi dengan negara-negara lain. Sejauh ini China tidak membatasi hubungan perdagangan dengan Rusia, termasuk dalampembuatan pesawat berbadan lebar berlorong dua CR929.

"Saya pikir kami akan mengadakan negosiasi reguler pada kuartal pertama tahun depan, dan kami akan mencapai prospek dan tenggat waktu yang jelas. Tetapi rekan China kami hari ini mendapatkan aplikasi untuk berpartisipasi dalam proyek ini dari berbagai produsen komponen negara ketiga,” ujar Manturov dalam wawancara dengan TASS.

“Kami sendiri tidak akan melakukannya pertimbangkan format seperti itu, mengingat situasi saat ini dan semua risiko yang kami pahami dengan baik. Karena itu, agar tidak menghadapinya, kami dapat membuat keputusan sendiri dari mitra dalam kerangka proyek ini untuk pindah ke status pemasok agregat dan komponen,” sambungnya.

Manturov juga mengatakan bahwa sementara pintu kolaborasi industri mungkin tertutup dengan Barat, Rusia akan berupaya meningkatkan kemitraannya dengan negara-negara di Eurasian Economic Union (EAEU) danCommonwealth of Independent States (CIS), Asosiasi Kerjasama Shanghai (SCO), BRICS, negara-negara di dunia Arab, serta negara-negara lain di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

 


Diterpa Badai Ekstrem, AS Batalkan Lebih dari Seribu Penerbangan

Sebelumnya

Jual Pesawat Milik Negara, Putra Presiden Guinea Ekuator Jadi Tahanan Rumah

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews