post image
Foto: Disway
KOMENTAR

Dalam sebulan terakhir sudah 10 pasien ditangani di rumah sakit itu. Dua pasien tidak jadi dikerjakan karena ada indikasi masuk tahap kanker prostat.

Adi Husada adalah satu dari lima rumah sakit anggota Forkom: Husada Jakarta, Telogo Rejo Semarang, RS Dr Oen Solo, Adi Husada Surabaya, dan Panti Nirmala Malang.

Itulah rumah-rumah sakit milik perkumpulan Tionghoa. Di masa sebelum lahir Indonesia warga Tionghoa punya banyak perkumpulan. Mereka punya rumah sakit. Punya sekolah-sekolah Tionghoa. Punya rumah dansa. Rumah musik.

Masing-masing perkumpulan independen. Bentuk lembaganya, umumnya ''perkumpulan''. Bukan yayasan. Bukan perseroan.

Tahun lalu Telogo Rejo genap berumur 100 tahun. Tahun sebelumnya Husada Jakarta 100 tahun. Tahun depan Adi Husada 100 tahun. Perkumpulan yang menaungi Adi Husada memang didirikan tahun 1927 –bersamaan dengan tahun berdirinya Persebaya.

"Saya juga bonek Pak," ujar Edwin. "Sampai sekarang pun masih sering nonton di Gelora Bung Tomo," tambahnya.

Edwin bercerita, Adi Husada membeli rezum atas instruksi ketua umum perkumpulannya. Namanya: Soedomo Mergonoto. Anda sudah tahu siapa Soedomo: konglomerat pemilik kopi Kapal Api.

Kini tokoh-tokoh besar bisnis di Surabaya kumpul di Adi Husada. Termasuk Wen Tjin yang punya pabrik emas sangat besar.

Mereka sebenarnya anggota baru. Bukan pendiri. Ayah mereka pun belum lahir di tahun itu. Mereka ingin membuat Adi Husada menjadi rumah sakit yang modern.

Pembenahan terus dilakukan. Di ulang tahun ke 100-nya tahun depan hasil modernisasi itu sudah terlihat.

Meski ini rumah sakit Tionghoa, pasien utamanya tiga kelompok: Tionghoa, Madura, dan Arab. Lokasinya memang dekat pecinan Kembang Jepun. Dekat pula kampung Arab di Ampel. Komunitas besar Madura juga tinggal di Sidotopo, dekat Adi Husada.

Sudomo kini praktis jadi juru selamat di kalangan Tionghoa. Juga juru damai di banyak bidang. Termasuk di sekolah Tionghoa, Xin Zhong. Lalu di kelenteng tua Tuban.

Sebagai pengusaha besar, ide Soedomo sangat banyak. Pun sampai ke soal perlunya Adi Husada beli rezum.

"Dengan rezum, sperma bisa tetap bisa keluar lewat kemaluan," ujar Edwin. "Tapi saya tidak mau banyak ditanya soal ini. Kesannya bisa seperti jualan," katanya.

Kian lama prostat seperti kian tidak menakutkan laki-laki. Apalagi perempuannya.


Melanggar Sombong

Sebelumnya

Timtim Maduro

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Disway