post image
Sistem peluncur roket multilaras (MLRS) kaliber besar KN-25 dipamerkan pada defile militer memperingati HUT Partai Pekerja Korea di Pyongyang, 10 Oktober 2025./Zona Terbang
KOMENTAR

Sebanyak 50 sistem peluncur roket multilaras (MLRS) kaliber besar KN-25 telah diserahkan industri senjata Korea Utara kepada unit-unit Tentara Rakyat Korea menjelang Kongres Kesembilan Partai Pekerja Korea.

Penyerahan ini menandai percepatan modernisasi artileri jarak jauh Pyongyang, dan sebagai pesan terhadap lawannya akan kehadiran senjata penggentar ini.

Sistem KN-25 berada di antara kategori roket tradisional dan rudal balistik jarak pendek, dengan menawarkan jangkauan dan presisi lebih baik.

Pasukan Amerika Serikat di Korea Selatan mengkategorikan KN-25 sebagai rudal balistik jarak pendek, dengan alasan ukuran, jangkauan, dan profil penerbangan quasi balistiknya.

Pertama kali diuji di pantai timur Korea Utara pada 25 Agustus 2019, sistem ini telah menunjukkan jangkauan tembak sekitar 380 km dan mencapai ketinggian maksimum sekitar 97 km sebelum jatuh di Laut Jepang.

Uji coba selanjutnya pada bulan September, Oktober, dan November 2019 menunjukkan jangkauan antara 330 dan 380 km. Lintasannya lebih tinggi dan lebih panjang daripada roket artileri konvensional.

KN-25 diperkirakan menggunakan propelan padat satu tahap dengan diameter dilaporkan 600 mm dan panjang antara 8,2 m hingga 8,6 m. Dimensi fisiknya ini membuatnya lebih mendekati skala rudal balistik jarak pendek daripada sistem roket MLRS konvensional.

Meskipun data rinci tentang probabilitas kesalahan melingkar (CEP) masih belum tersedia, diyakini rudal ini memiliki tingkat presisi tinggi berkat panduan navigasi inersia yang berpotensi didukung oleh pembaruan satelit, serta dirancang untuk menahan interferensi elektronik.

Sebagai sistem roket artileri bergerak, lima tabung peluncur dipasang pada truk militer kelas berat berpenggerak buatan dalam negeri.

Berdasarkan data interval dari uji coba tahun 2019, termasuk interval salvo singkat 30 detik pada 28 November dan 20 detik pada 2 Maret 2020, menunjukkan kemampuan KN-25 untuk melakukan peluncuran beruntun dengan cepat.


Disebut Potensial Jadi Wapres, Sjafrie Sjamsoeddin: Nggak Minat, Nggak Niat

Sebelumnya

KSAU: Ruang Siber Penentu Keberhasilan Operasi Modern

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Militer