Ketiga, para dai dan khatib tidak boleh menyerah. Jika satu masjid menutup pintu, sejarah membuktikan selalu ada masjid lain, majelis lain, dan mimbar lain. Menyampaikan kebenaran tidak pernah bergantung pada izin pengurus.
Keempat, jamaah harus kritis. Jika masjid mulai alergi pada isu umat, jamaah berhak bertanya: masjid ini sedang melayani siapa?
Islam tidak lahir untuk menjadi agama pelengkap penderita. Islam hadir untuk membebaskan manusia dari penghambaan kepada sesama manusia. Jika masjid ikut mempreteli Islam dari politiknya, maka jangan heran bila umat kehilangan arah, dan kezaliman kian merajalela. Masjid yang takut pada kebenaran, pada akhirnya hanya akan melahirkan umat yang takut melawan kezaliman.


KOMENTAR ANDA