post image
Presiden AS Donald Trump menerima medali Nobel Perdamaian dari tokoh oposisi Venezuela, Maria Machado, di Gedung Putih, 15 Januari 2026.
KOMENTAR

Aksi tokoh oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, menyerahkan medali Hadiah Nobel Perdamaian yang diterimanya tahun lalu kepada Presiden AS Donald Trump bagi politisi Partai Demokrat di Indonesia, Rachland NNashidik bukan sesuatu yang mengejutkan. 

Maria Machado tetap memberikan medali itu dalam pertemuan dengan Trump di Gedung Putih, Kamis, 15 Januari 2026, walaupun Panitia Nobel telah menegaskan bahwa anugerah itu tidak dapat dialihtangankan.

Hadiah Nobel adalah penghargaan yang dikelola oleh Yayasan Nobel dan diberikan sesuai dengan prinsip “untuk manfaat terbesar bagi umat manusia”. Hadiah ini pertama kali diberikan pada tahun 1901, pada peringatan lima tahun kematian ilmuwan Alfred Nobel.

Penghargaan diberikan mencakup lima bidang yakni fisika, kimia, fisiologi atau kedokteran, sastra, dan perdamaian yang disebutkan dalam wasiat Nobel saat meninggal dunia tahun 1896.

Hadiah keenam, Nobel Ilmu Ekonomi, mulai diberikan pada tahun 1968 oleh  bank sentral Swedia, Sveriges Riksbank, untuk mengenang Alfred Nobel. Hadiah Nobel secara luas dianggap sebagai penghargaan paling bergengsi yang tersedia di bidangnya masing-masing.

Tindakan Maria Machado tidak mengejutkan karena dirinya memang tidak peduli pada perdamaian. Selain mendukung Donald Trump, Maria Machado juga mendukung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang oleh banyak pihak dituding sebagai biang kerok konflik di kawasan. 

“Anda bisa mengerutkan kening pada kelakuan Trump. Tapi kritik terkeras harus ditujukan pada Otoritas Nobel yang menyerahkan Nobel Perdamaian pada Machado. Inilah sumber dari semua kejadian yang memalukan dan tak bermartabat ini,” tulis Rachland di akun Facebook miliknya.

“Machado, oposisi Venezuela, adalah penyokong aksi militer Israel di Gaza. Ia memunggungi korban-korban genosida di Gaza demi mendapat dukungan PM Israel Benjamin Netanjahu pada tujuan politiknya di Venezuela. Otoritas Nobel menutup mata pada kenyataan itu,” sambungnya.

Bagi Rachland, Machado menyerahkan Nobel Perdamaian pada Trump untuk tujuan yang sama.

Maria sedari awal memang tak pernah perduli pada Nobel atau pada perdamaian itu sendiri.

“Satu-satunya yang ia pedulikan adalah menjatuhkan pemerintahan sosialis di Venezuela, apapun caranya,” demikian Rachland.

 


Mahasiswa Indonesia Patahkan Propaganda Media Barat: Iran Aman-aman Saja

Sebelumnya

Tokoh Oposisi Venezuela Bertemu Trump, Menyerahkan Medali Hadiah Nobel

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Politik Global