post image
Ayatollah Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran
KOMENTAR

Pertanyaan sejati yang diajukan ancaman-ancaman ini bukan tentang masa depan Iran, melainkan tentang harga diri dunia Islam. Apakah kita telah sampai pada titik di mana bahkan pemimpin dan ulama tertinggi suatu negara Muslim dapat diancam secara terbuka tanpa konsekuensi? Jika demikian, masalahnya jauh melampaui Teheran dan mencakup Kairo, Istanbul, Riyadh, Jakarta, dan seterusnya.

Ini adalah ujian ghirah, kesadaran kolektif, dan keberanian moral. Keberanian di sini bukan keberanian kekerasan, melainkan keberanian suara, pena, mimbar, dan pengambilan sikap bersama. Jika kaum Muslim hari ini tidak menetapkan garis merah ini, maka esok hari pihak lain akan menetapkannya untuk kita — dan garis itu akan jauh lebih dekat kepada ulama, lembaga, dan masyarakat kita daripada yang banyak orang bayangkan.

Dengan demikian, kehormatan kepemimpinan religius bukanlah isu Iran semata, melainkan isu Islam. Sejarah akan mencatat apakah umat Islam mengenali bahaya pada waktunya atau membayar harganya terlambat.


Zelenskiy Kembali Mengeluh Soal Keberpihakan AS pada Rusia

Sebelumnya

Iran dan AS Upayakan Kesepakatan Nuklir

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Politik Global