post image
Pangkalan Al Tanf di Suriah.
KOMENTAR

Pasukan AS melancarkan serangkaian serangan terhadap target kelompok ISIS di Suriah, Sabtu, 14 Februari 2026. Operasi ini disebutkan sebagai balasan atas penyergapan Desember yang menewaskan dua tentara AS dan seorang penerjemah sipil Amerika.

Komando Pusat AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pesawat Amerika telah melakukan 10 serangan terhadap lebih dari 30 target ISIS antara 3 Februari dan Kamis, menghantam fasilitas penyimpanan senjata dan infrastruktur lainnya.

Setidaknya 50 anggota ISIS telah tewas atau ditangkap, sementara lebih dari 100 target ISIS telah dihantam sejak Amerika Serikat memulai serangannya setelah penyergapan 13 Desember, menurut Komando Pusat. Serangan itu menewaskan Sersan Edgar Brian Torres-Tovar, Sersan William Nathaniel Howard, dan Ayad Mansoor Sakat, penerjemah sipil tersebut.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Suriah mengatakan pada hari Kamis bahwa pasukan pemerintah telah menguasai sebuah pangkalan di timur negara itu yang selama bertahun-tahun dikelola oleh pasukan AS sebagai bagian dari perang melawan ISIS. Pangkalan Al-Tanf memainkan peran utama setelah ISIS mendeklarasikan kekhalifahan di sebagian besar wilayah Suriah dan Irak pada tahun 2014.

Militer AS pada hari Jumat menyelesaikan pemindahan ribuan tahanan ISIS dari Suriah ke Irak, di mana mereka diperkirakan akan diadili. Para tahanan dikirim ke Irak atas permintaan Baghdad, sebuah langkah yang disambut baik oleh koalisi pimpinan AS yang selama bertahun-tahun telah memerangi ISIS.


Dugaan Baru Kematian Tokoh Oposisi Rusia, Karena Racun Katak

Sebelumnya

5 Perusahaan Minyak AS Dapat Lampu Hijau untuk Masuk Venezuela

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Politik Global