post image
Ketua Umum KSPSI Moh Jumhur Hidayat dan Presiden RI Prabowo Subianto dalam aksi buruh 1 Mei 2025 di Silang Monas, Jakarta.
KOMENTAR

Presiden Prabowo Subianto dinilai pantas memimpin Board of Peace bersama dengan Presiden AS Donald Trump. Penilaian ini disampaikan sejumlah pimpinan organisasi buruh yang tergabung dalam Inisiator Aliansi Buruh dan Masyarakat Sipil untuk Perdamaian dan Kemerdekaan Palestina dalam pernyataan bersama di Jakarta.

Aliansi didukung berbagai organisasi buruh, seperti KSPSI, KSBSI, KBMI, KSPN, K-ASPEK Indonesia, GSBI, SBNI, F-SPEED, SPDI, SEPETA, SBSI 92, Maritim Indonesia, dan PHRI ASPEK.

Dalam pandangannya, Ketua Umum KSPSI Moh Jumhur Hidayat bahkan menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang paling layak memimpin BOP Gaza.

Indonesia bukan hanya negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, tetapi juga memiliki rekam jejak panjang sebagai pendukung utama kemerdekaan Palestina.

Menurut Jumhur, keterlibatan Indonesia dalam kepemimpinan BOP Gaza menjadi sangat penting agar agenda perdamaian dan rekonstruksi tidak menyimpang dari kepentingan rakyat Palestina.

Ia pun mengingatkan agar Indonesia tidak sepenuhnya mempercayai Amerika Serikat dalam urusan Gaza. Jumhur menilai, Donald Trump selama ini merupakan bagian dari masalah Palestina karena keberpihakannya kepada Israel.

Aliansi Buruh dan Masyarakat Sipil untuk Perdamaian dan Kemerdekaan Palestina juga tidak dapat menutup mata terhadap kekhawatiran sebagian kalangan bahwa pembentukan BOP Gaza berpotensi melegitimasi pengusiran warga Gaza dalam proses perdamaian dan pembangunan kembali wilayah tersebut.

“Karena itu, buruh Indonesia secara tegas mendesak pemerintah agar setiap sen atau rupiah yang disalurkan untuk pembangunan kembali Gaza benar-benar diperuntukkan bagi kepentingan warga Gaza,” kata Jumhur.

Mereka pun menuntut agar proses rekonstruksi Gaza melibatkan pekerja-pekerja lokal, yakni warga Gaza atau Palestina sendiri, sehingga pembangunan tidak justru meminggirkan rakyat yang menjadi korban konflik.

Dalam kesempatan yang sama, para pimpinan buruh yang tergabung dalam Inisiator Aliansi Buruh dan Masyarakat Sipil untuk Perdamaian Palestina menyerukan kepada seluruh kekuatan sipil Indonesia, mulai dari organisasi kepemudaan, organisasi buruh, tani, hingga gerakan mahasiswa, untuk menggelar Pawai Akbar.

Aksi tersebut direncanakan digelar setelah Idul Fitri 1447 Hijriah sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan kembali Gaza Palestina dengan kepemimpinan yang kuat dari Indonesia.

Buruh Indonesia berharap seluruh pihak yang berkepentingan dapat turut membantu perjuangan dalam rangka mewujudkan perdamaian dan kemerdekaan Palestina.

 


Prabowo ke Washington: Negosiasi Ekonomi dan Diplomasi Total Untuk Gaza

Sebelumnya

Iran Tanggapi Manuver Pasukan AS, Mayjen Pakpour Terbang di Atas Pulau Kharg

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Politik Global