post image
Presiden China Xi Jinping disambut Presiden Korea Utara Kim Jong Un
KOMENTAR

 Kunjungan kenegaraan Presiden China Xi Jinping ke Pyongyang untuk menemui Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong Un diapresiasi Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK/Korea Utara), Teguh Santosa.

Kunjungan bilateral yang berlangsung selama dua hari sejak Senin, 8 Juni 2026, tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas dan keseimbangan geopolitik di kawasan Asia Timur.

Menurut Teguh Santosa, lawatan langka Xi Jinping ke Pyongyang—yang merupakan kunjungan pertamanya dalam tujuh tahun terakhir—menunjukkan betapa pentingnya dialog langsung antar-pemimpin negara di tengah dinamika global yang kian kompleks.

Ia memandang bahwa penguatan hubungan antara Beijing dan Pyongyang dapat menjadi salah satu pilar penyeimbang di kawasan. Teguh menegaskan perdamaian jangka panjang di Asia Timur hanya bisa dicapai apabila kekuatan pihak-pihak di kawasan berada dalam kondisi yang seimbang. Langkah proaktif kedua pemimpin dinilai berkontribusi positif dalam mencegah gesekan yang lebih besar dengan pengaruh kekuatan Barat.

Pernyataan Xi Jinping mengenai hubungan tradisional China-Korut yang tak tergoyahkan dinilai memberikan kepastian psikologis dan politik bagi stabilitas regional.

Selain itu, rencana pemberian paket bantuan ekonomi esensial dari China, termasuk pangan dan pemulihan sektor pariwisata, dipandang sebagai langkah konkret demi kesejahteraan masyarakat Korut pasca-pandemi.

Sambutan megah berupa tembakan salvo 21 kali dan parade akbar di Lapangan Kim Il Sung, menurut Teguh, memperlihatkan eratnya tali persaudaraan kedua bangsa yang tidak luntur oleh perubahan situasi internasional.

Relevansi Bagi Diplomasi Indonesia dan ASEAN

Sebagai ketua organisasi yang fokus merawat hubungan baik dengan Pyongyang, Teguh Santosa juga mengingatkan bahwa momentum bertemunya dua pemimpin besar ini harus diadopsi sebagai pelajaran penting bagi diplomasi Indonesia dan ASEAN.

“Pendekatan dialog yang setara dan inklusif terhadap Pyongyang perlu terus diperkuat, termasuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara ASEAN dan Korea Utara,” ujar Teguh Santosa.
 
Melalui lawatan Xi Jinping ini, demikian Teguh, dunia internasional diharapkan dapat melihat Korea Utara dari perspektif kerja sama yang konstruktif demi tercapainya kawasan Asia Pasifik yang aman, damai, dan sejahtera.


Netanyahu Abaikan Imbauan Trump, AS Terjebak Ketegangan Baru Israel dan Iran

Sebelumnya

Iran Serang Target Militer di Palestina yang Diduduki Israel

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia