post image
Foto: SimpleFlying
KOMENTAR

Sebuah gangguan peralatan pengendali lalu lintas udara yang parah telah melumpuhkan jaringan penerbangan di kawasan Timur Laut Amerika Serikat. Insiden besar ini memaksa penghentian total (ground stop) di sejumlah bandara tersibuk di negara tersebut, termasuk Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK), Newark Liberty International (EWR), LaGuardia (LGA), Philadelphia (PHL), serta berdampak hingga Boston (BOS).

Krisis penerbangan ini bermula pada Senin pagi ketika kru konstruksi yang sedang mengerjakan proyek Delco Lead di New Jersey secara tidak sengaja memotong kabel serat optik (fiber-optic) penting. Kabel yang terputus tersebut berlokasi di antara New Brunswick dan North Brunswick, sekitar 10 kaki dari marka utilitas yang terpasang.

Kerusakan fisik pada infrastruktur kabel ini menjadi sangat fatal karena jalur tersebut berfungsi sebagai cadangan (backup) bagi sistem sirkuit primer yang sebelumnya telah mengalami kegagalan. Akibatnya, fasilitas kendali kehilangan redundansi krusial yang seharusnya menjaga kelangsungan sistem saat terjadi gangguan teknis.

Federal Aviation Administration (FAA) kemudian mengumumkan status "ATC Zero" menyusul masalah frekuensi di Philadelphia Terminal Radar Approach Control (TRACON). Dalam aturan kontinjensi operasional FAA, status "ATC Zero" dideklarasikan ketika fasilitas tidak lagi mampu menyediakan layanan normal, memaksa lalu lintas udara dihentikan atau dibatasi secara ketat.

Dampak dari kegagalan ini dengan cepat menjalar ke wilayah New York, memicu pemberlakuan ground stop di Bandara JFK, LaGuardia, dan Westchester County (HPN). Pusat pengendali New York TRACON (N90) dan Philadelphia TRACON Area C yang mengatur kedatangan serta keberangkatan mengalami kekacauan operasional yang masif.

Menjelang siang hari, lebih dari 600 penerbangan di Newark dan Philadelphia saja telah mengalami penundaan parah, mencakup lebih dari 20% dari total jadwal penerbangan di kedua bandara tersebut. Layanan pelacakan penerbangan Flightradar24 melaporkan rata-rata penundaan waktu terbang mencapai lebih dari empat jam.

Situasi di lapangan semakin rumit dengan ratusan pembatalan penerbangan yang diumumkan oleh maskapai besar seperti United Airlines, American Airlines, Delta, dan JetBlue. Bandara Boston Logan International (BOS) juga terpaksa menerapkan program pembatasan lalu lintas akibat gelombang pengalihan pesawat (diversions) yang terpaksa terbang ke arah utara.

Hingga sore hari, sebanyak 34 bandara dilaporkan harus menerima penerbangan pengalihan yang semula dijadwalkan mendarat di Newark, dengan Washington Dulles (IAD) dan JFK menampung puluhan pesawat yang dialihkan. Pemulihan sistem dilaporkan berjalan lambat karena petugas harus memprioritaskan penerbangan masuk yang tertahan di udara.

Administrator FAA, Bryan Bedford, menyatakan bahwa insiden ini menyoroti kerentanan infrastruktur telekomunikasi berbasis kabel tembaga maupun serat optik lama yang sedang dalam proses modernisasi. Meskipun Kongres telah mengucurkan dana miliaran dolar untuk memperbarui jaringan komunikasi FAA, insiden kabel terputus membuktikan bahwa redundansi jalur independen sangat menentukan ketahanan sistem.

Gangguan besar ini meninggalkan kekacauan jadwal yang diperkirakan masih akan berdampak hingga hari berikutnya. Pihak berwenang bersama operator terkait terus berupaya mempercepat perbaikan kabel dan menstabilkan kembali arus lalu lintas udara di salah satu koridor penerbangan paling padat di dunia tersebut.


Dolly Parton Akhirnya Jadi Nama Bandara di Nashville, dalam Pemilihan Menang Mutlak

Sebelumnya

Menembus Bukit Barisan: Napas Baru Bandara Atung Bungsu dan Gerbang Wisata Pagar Alam

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Airport