Seluruh layanan penerbangan di ibu kota Rusia lumpuh total setelah otoritas penerbangan sipil terpaksa menutup wilayah udara dan menghentikan seluruh aktivitas penerbangan secara mendadak, Jumat sore, 23 Oktober 2026.
Keputusan darurat tersebut diambil menyusul adanya gelombang serangan pesawat tanpa awak (drone) berukuran besar yang terdeteksi mendekati kawasan metropolitan Moskow.
Empat bandara komersial utama yang melayani wilayah Moskow—yakni Sheremetyevo, Domodedovo, Vnukovo, dan Zhukovsky—secara serentak menangguhkan jadwal kedatangan maupun keberangkatan pesawat.
Badan Transportasi Udara Federal Rusia (Rosaviatsiya) memberlakukan pembatasan wilayah udara ketat demi menjamin aspek keselamatan penumpang serta awak pesawat di tengah ancaman serangan.
Dampak dari penutupan masif ini langsung memicu kekacauan jadwal penerbangan, di mana puluhan pesawat terpaksa berputar-putar di udara menunggu izin mendarat atau dialihkan ke bandara alternatif terdekat seperti St. Petersburg.
Sejumlah maskapai penerbangan besar nasional, termasuk Aeroflot dan Rossiya, langsung mengumumkan pembatalan serta penundaan jadwal penerbangan secara signifikan bagi para penumpang yang terdampak.
Selain penundaan operasional komersial, situasi darurat ini juga dilaporkan memengaruhi penerbangan dari armada khusus pemerintah, yang memperketat protokol keamanan di sekitar fasilitas bandara.
Pihak berwenang pertahanan udara setempat mengklaim bahwa sistem pertahanan berhasil mencegat sebagian besar drone yang mendekati wilayah ibu kota, meskipun puing-puing reruntuhan sempat memicu kekhawatiran di area sekitar.
Insiden penutupan total seluruh bandara utama secara bersamaan ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi, mengingat meningkatnya frekuensi gangguan keamanan udara dalam beberapa waktu terakhir.
Hingga berita ini diturunkan, operasional bandara berangsur-angsur dipulihkan sambil menunggu evaluasi keamanan lanjutan dari otoritas penerbangan dan militer Rusia.



KOMENTAR ANDA