Pakar kebijakan internasional sekaligus pemohon (petisioner) di hadapan Komite 4 PBB, Dr. Abdul Basit Syed, FRSA, mendorong perhatian internasional yang diperbarui terhadap perdamaian, keamanan regional, dan solusi politik yang damai untuk masalah Sahara.
Seruan tersebut disampaikan Dr. Syed di Markas Besar PBB, New York, di tengah rangkaian sidang komite yang sedang berlangsung untuk mendiskusikan berbagai isu dekolonisasi dan stabilitas global, Rabu, 7 Oktober 2026.
Dr. Syed adalah seorang tokoh kemanusiaan global berkebangsaan Inggris kelahiran India, pakar kebijakan internasional, dan aktivis perdamaian yang berbasis di London, Inggris. Ia dikenal sebagai Pendiri dan Ketua World Humanitarian Drive (WHD), sebuah organisasi non-pemerintah internasional yang memiliki Status Konsultatif Khusus dengan Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC).
Dalam pidatonya di hadapan para delegasi serta perwakilan negara anggota, Ketua Cabang Inggris untuk Asosiasi Internasional untuk Pembangunan Ekonomi demi Perdamaian (IAED) ini menekankan pentingnya melangkah keluar dari bayang-bayang konflik yang telah berlangsung dalam waktu yang sangat lama.
Ia mengajak dunia internasional untuk bersama-sama mengarahkan pandangan ke depan menuju masa depan yang ditopang oleh stabilitas, pembangunan ekonomi, dialog konstruktif, serta penjagaan martabat bagi masyarakat Sahrawi.
Lebih lanjut, intervensi tersebut turut menyoroti implikasi keamanan yang lebih luas, termasuk ancaman nyata dari aksi terorisme dan pergerakan kelompok separatis di kawasan rentan tersebut.
Dr. Syed yang juga Anggota Dewan Pembina (Trustee) & Direktur Dewan Universal Peace Federation (UPF) Inggris mendesak komunitas global agar mengakui adanya keterkaitan erat antara terciptanya stabilitas regional, keterlibatan politik yang damai, serta pelaksanaan pembangunan berkelanjutan yang inklusif.
Dr. Syed juga menggarisbawahi dampak kemanusiaan yang mendalam akibat sengketa berlarut-larut tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, ia menyatakan dukungannya terhadap visi Raja Mohammed VI serta berbagai langkah nyata yang telah ditempuh Maroko dalam mengupayakan kawasan yang aman, stabil, dan makmur.
Keterlibatan aktif beliau di forum internasional ini merefleksikan rekam jejak panjangnya dalam urusan Afrika Utara serta diplomasi multilateral, termasuk perannya sebagai pendiri sekaligus Chairman World Humanitarian Drive (WHD).
Seiring berjalannya diskusi di PBB, gagasan ini diharapkan mampu memperkaya diskursus global mengenai pentingnya menempatkan diplomasi damai, keamanan, dan kesejahteraan manusia sebagai poros utama penyelesaian konflik.



KOMENTAR ANDA