Secara mengejutkan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menyampaikan kritik terbuka untuk Menteri Luar Negeri Sugiono sedang. Kritik itu disampaikan melalui video berdurasi 9 menit 12 detik yang diunggah di akun media sosial Instagram dan X miliknya, Senin, 21 Desember 2025.
“This is a message of love and support for you (Ini adalah pesan cinta dan dukungan untuk Anda),” kata pendiri Foreign Policy Community Indonesia (FPCI) itu mengawali kritiknya.
Ada empat poin utama dalam kritik Dino untuk Sugiono. Pertama, dia meminta agar Sugiono mengalokasikan lebih banyak waktu untuk Kemlu agar melaju dengan optimal. Dia menyamakan Kemlu dengan mobil Ferrari yang berperforma tinggi.
“Mohon luangkan waktu lebih banyak untuk memimpin Kementerian Luar Negeri,” kata Dino.
Menurut Dino, dia mendapat laporan bahwa duta besar mengalami penurunan kinerja karena pemotongan anggaran, demoralisasi, dan tidak terdorong berinisiatif. Dia juga mendapat kabar bahwa banyak duta besar yang sulit menemui Menlu Sugiono saat pulang ke Indonesia.
"Dan risikonya banyak kesempatan di tingkat tinggi yang tidak akan ada tindak lanjutnya atau tidak tertindaklanjuti dengan baik. Dan juga ada risiko hubungan bilateral Indonesia dengan negara sahabat menjadi tidak berimbang dan lebih banyak dikendarai oleh mitra kita," kata Dino lagi sambil berharap agar masalah ini bisa diperbaiki sehingga tidak menjadi penyesalan di masa mendatang.
Dino juga mengyoroti gaya komunikasi Sugiono kepada publik dalam negeri yang menurutnya sangat kurang.
“Mohon Menlu Sugiono dapat berkomunikasi dengan publik mengenai langkah-langkah politik luar negeri Indonesia. Ada ilmu dari Menlu Ali Alatas bahwa foreign policy begins at home, yang berarti segala langkah diplomasi di luar negeri akan percuma kalau tidak dijelaskan, dipahami, dan didukung publik di dalam negeri,” kata Dino.
Dia mencontohkan gaya komunikasi publik Menteri Keuangan Purbaya yang menurutnya sangat baik. Purbaya rajin memberikan penjelasan mengenai kebijakan kementerian yang dipimpin.
Sementara Sugiono, sambung Dino, dalam satu tahun terakhir belum pernah sekalipun memberikan policy speech baik di dalam maupun di luar negeri. Juga tidak pernah melakukan wawancara khusus dengan media mengenai substansi politik luar negeri baik di dalam maupun di luar negeri.
Belum lagi, sepanjang satu tahun terakhir, publik jarang mendengarkan penjelasan mengenai langkah-langkah politik luar negeri Indonesia selain pidato awal tahun yang telah menjadi tradisi Kemlu RI.
Dia menyarankan Sugiono berbicara rutin kepada publik lewat pidato setidaknya sepekan sekali. Hal ketiga yang disampaikan Dino adalah arti penting menjalin hubungan erat dengan berbagai pihak dalam hubungan internasional.
“Tiga, mohon Menlu Sugiono dapat engage dengan stakeholders atau pemangku kepentingan hubungan internasional, baik yang mendukung maupun yang kritis,” kata Dino.
Dino juga mendorong agar Menlu Sugiono membuka kerja sama dengan organisasi masyarakat internasional.
“Empat, Menlu Sugiono dapat bersikap terbuka, welcoming, untuk bekerja sama dengan akar rumput hubungan internasional,” kata dia.
Menurut Dino, tugas utama Menlu adalah untuk membantu Presiden, tapi tidak berarti ini memunggungi rakyatnya.
“Dari pengalaman saya berdiplomasi, gotong royong antara pemerintah dan ormas hubungan internasional inilah resep sukses dari politik luar negeri," kata dia lagi.
Dalam video itu, Dino juga mengatakan dirinya terpaksa mengkritik Sugiono via medsos karena jalur komunikasi ke sang menteri terblokir selama berbulan-bulan.


KOMENTAR ANDA