post image
Foto: Simple Flying
KOMENTAR

Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di Bandara Internasional Los Angeles (LAX) pada Senin, 16 Februari 2026. Sebanyak 140 bagasi terdaftar yang akan dikirim ke Tel Aviv dari bandara itu disabotase dengan stiker “Free Palestine” atau “Bebaskan Palestina” yang ditempelkan pada tas-tas tersebut.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran keamanan, yang menyebabkan penundaan penerbangan yang dioperasikan EL AL hampir dua jam, karena dilakukan pemeriksaan keamanan tambahan.

Maskapai penerbangan Yahudi EL AL mengoperasikan penerbangan nonstop dari LAX ke Bandara Internasional Ben Gurion Tel Aviv (TLV). Penerbangan tersebut dijadwalkan berangkat sebagai LY6 pukul 14.00, akhirnya diundur menjadi pukul 15.39, menambah penundaan hampir satu jam 40 menit. Penerbangan tersebut kemudian tiba di Tel Aviv pukul 02.45 keesokan harinya, satu jam lebih lambat dari waktu kedatangan yang diharapkan pukul 13.45, menurut Flightradar24.

Tindakan perusakan bagasi pribadi ini telah menyebabkan banyak penumpang merasa kesal, dengan salah satu penumpang mengklaim bahwa tas mereka berisi gaun untuk pernikahan putrinya yang tertinggal, seperti yang dilaporkan oleh Y Net News. Penumpang lain lebih tenang menanggapi situasi tersebut, dengan menyatakan bahwa lebih baik mereka tiba dengan selamat daripada “alternatifnya”.

Mereka yang terkena dampak kehilangan bagasi diberitahu tentang hal ini saat tiba di Tel Aviv. Bagasi tersebut akhirnya selesai diperiksa dan dikirim dengan penerbangan keesokan harinya ke Israel.

Awalnya, penumpang yang berangkat dari Los Angeles telah diberitahu tentang penundaan penerbangan mereka yang tidak dapat dijelaskan selama 25 menit. Namun, pengumuman kedua dibuat yang menjelaskan bahwa ada "masalah serius" dengan bagasi, yang akhirnya menyebabkan bagasi diperiksa ulang dan penundaan penerbangan.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran keamanan tentang bagaimana stiker tersebut bisa ditempelkan pada bagasi penumpang. Jika itu adalah pekerjaan orang dalam oleh staf bandara, individu yang bertanggung jawab tidak dapat dipercaya untuk menangani bagasi lainnya. Mengingat konflik Israel-Gaza saat ini, hal ini menambah sensitivitas terhadap keamanan penerbangan dan kekhawatiran yang semakin meningkat di masyarakat.

Stiker “Free Palestine” dikenal sebagai simbol rakyat Palestina, dan menyerukan diakhirinya pendudukan Israel atas wilayah yang diklaim Palestina, serta menandai solidaritas untuk penentuan nasib sendiri, kesetaraan, dan hak asasi manusia.

Banyak yang menggunakannya untuk mengadvokasi perdamaian dan keadilan. Namun, para penentang melihatnya sebagai seruan untuk mendirikan negara Palestina atau untuk penghapusan negara Israel, dan maskapai penerbangan umumnya menentang staf mereka menampilkan simbol-simbol yang bersifat politis secara terang-terangan.

EL AL, maskapai penerbangan nasional Israel, mengoperasikan jaringan penerbangan yang terbatas dari dan ke Israel ke Amerika Serikat, didukung oleh hampir 7,5 juta orang keturunan Yahudi (Yahudi Amerika) yang tinggal di AS (data dari Pew Research Centre). Dengan demikian, EL AL menghubungkan beberapa kota besar di AS ke Bandara Internasional Ben Gurion sepanjang tahun.

Dari TLV, EL AL terbang ke Bandara Internasional Fort Lauderdale-Hollywood (hingga 14 April), Los Angeles, Bandara Internasional Miami, Bandara JFK New York, dan Bandara Internasional Newark Liberty, dengan menggunakan armada pesawat Boeing sepenuhnya. Layanan ke AS dioperasikan oleh pesawat Boeing 777-200ER, 787-8, atau 787-9.

EL AL dikenal sebagai salah satu maskapai penerbangan paling 'aman' di dunia, dengan pendekatan keamanan berlapis. Maskapai ini memiliki pendekatan berbasis intelijen, yang mencakup wawancara pra-penerbangan satu lawan satu yang dilakukan dengan semua penumpang.

Di dalam pesawat, maskapai ini juga menunjuk petugas keamanan bersenjata yang menyamar, kokpit yang diperkuat, dan sistem pertahanan anti-rudal terintegrasi.


Gara-gara Sebutir Peluru Penerbangan Ditunda dan United 1511 Jadi TKP

Sebelumnya

Laporan Awal Investigasi Kecelakaan Pesawat di Maros

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews