post image
Dua penumpang AirAsia dengan penampilan yang mencurigakan saat berada di Gate E6 Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jumat malam, 24 Juli 2026./Istimewa
KOMENTAR

AirAsia QZ810 yang berangkat dari Bandara Internasional Sukarno Hatta (CGK), Jumat malam, 24 Juli 2026, mendarat mulus di Bandara Ngurah Rai Denpasar (DPS). Roda pesawat yang dikendalikan pilot Roy Agung Permana menyetuh run away pukul 22.40 WITA, lebih cepat sekitar 10 menit dari waktu kedatangan yang dijadwalkan.

Penerbangan dari Jakarta terbilang cukup baik, dengan sedikit turbulensi ringan saat pesawat berada di atas Grobogan, Jawa Tengah. 

Ketegangan  justru terjadi sebelum penerbangan. Kehadiran dua calon penumpang warga negara asing yang kelihatannya berada di bawah pengaruh alkohol di ruang tunggu Gate E6 Terminal 2 CGK membuat calon penumpang lainnya gelisah. 

Seorang di antara penumpang yang membuat gelisah itu berjalan mengitari ruang tunggu dengan langkah gontai dan sempat  berdebat dengan ground staff Super Air Jet yang juga berada di Gate E6. Laki-laki brewokan ini mengenakan celana jins dan topi abu-abu sambil menyeret koper perak.  Dia juga memegang botol minuman beralkohol warna hijau dengan aksara Korea. 

Sementara temannya, mengenakan kemeja garis-garis terang vertikal dan celana pendek selutut berwarna hitam, tampak lebih diam. Namun pandangan matanya tampak kosong dan menerawang.

Tadinya calon penumpang lainb di Gate E6 mengira kedua orang yang tampak “tenggen” ini masuk ke ruang tunggu yang salah. Karena tak lama setelah berdebat dengan ground staff Super Air Jet, mereka berdua tampak meninggalkan Gate E6 dengan langkah terhuyung-huyung. Calon penumpang di Gate E6 yang mengamati gerak-gerik keduanya pun menarik nafas lega.

Tapi setelah ground staff Air Asia mengatur barisan calon penumpang untuk boarding, kedua WNA yang tidak diketahui asal negaranya ini tampak ikut berbaris di lajur Zona 1.

Calon penumpang yang lain kembali gelisah, mulai bertanya-tanya apakah pihak maskapai dan bandara memahami situasi yang tidak mengenakan ini. Dan apakah ada mekanisme standar yang harus dilakukan dalam situasi seperti ini.

Pramugari Air Asia yang menyambut kehadiran calon penumpang kelihatannya memahami situasi.  Mereka sempat berdialog dengan petugas Avsec yang datang kemudian. 

Setelah berdiskusi dengan suara pelan agar tidak menarik perhatian, pihak pesawat dan Avsec memutuskan untuk membiarkan laki-laki itu tetap berada di pesawat dan ikut dalam penerbangan ke Bali.

Setelah pesawat mendarat dengan selamat dan penumpang turun, berbagai reaksi bermunculan. 

Ada yang bersyukur karena kedua penumpang yang sempat membuat gelisah itu tidak sampai membuat persoalan sepanjang perjalanan. Kekhawatiran di ruang tunggu E6 Terminal 2 CGK tadi dianggapnya berlebihan.

Namun ada juga yang menyayangkan mekanisme pengamanan di bandara dan di dalam pesawat. 

“Mestinya calon penumpang seperti itu tidak boleh masuk ke bandara, apalagi masuk pesawat. Sekarang kita senang karena tidak terjadi apa-apa di atas tadi. Tapi bagaimana kalau mereka membuat kerusuhan dan onar dalam penerbangan?” kata seorang penumpang.   


COMAC Kembangkan C939 Berbadan Lebar, Airbus dan Boeing Semakin Tersaingi

Sebelumnya

Farnborough International Airshow 2026 Dibuka, Pabrikan Raksasa Curi Perhatian

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews