Informasi ini mungkin dapat sedikit mengobati luka hati pendukung timnas Argentin yang dalam final Piala Dunia 2026 lalu gagal memenangkan pertandingan melawan Spanyol.
Megabintang sekaligus kapten timnas Argentina, Lionel Messi, telah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia 2026. Gelar ini didapat Messi dari Federasi Internasional Sejarah dan Statistik Sepak Bola (International Federation of Football History & Statistics/IFFHS).
Penetapan ini menghadirkan perbandingan menarik dengan versi otoritas tertinggi sepak bola dunia, FIFA. Pada turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut, FIFA justru memilih kapten timnas Spanyol, Rodri, untuk meraih penghargaan Golden Ball usai membawa La Furia Roja keluar sebagai juara dunia setelah menundukkan Argentina di partai final.
Perbedaan pilihan ini tak lepas dari metrik penilaian yang digunakan. Berbeda dengan FIFA yang mengandalkan analisis teknis dan pemungutan suara, IFFHS—sebagai lembaga independen asal Jerman yang tidak terafiliasi dengan FIFA—menggunakan indeks performa berbasis statistik objektif.
Penilaian IFFHS mencakup kriteria berbobot seperti rating pertandingan, gol, assist, hingga besarnya dampak kontribusi pemain, terutama di fase gugur. Berdasarkan kalkulasi tersebut, Messi berhasil mengunci skor agregat tertinggi dibanding seluruh pemain lain di Piala Dunia 2026, yakni sebesar 8,33.
Gelar yang diraih Rodri dari FIFA sendiri sempat memicu perdebatan hangat di media sosial. Pasalnya, walau sukses memimpin Spanyol merengkuh trofi bergengsi tersebut, gelandang Manchester City itu sama sekali tidak mengemas gol maupun assist sepanjang gempita turnamen.
Hal ini berbanding terbalik dengan catatan mentereng Messi yang mengoleksi delapan gol dan empat assist. Bahkan, dalam dua laga awal Argentina di babak grup, hanya La Pulga yang mampu mencatatkan namanya di papan skor dengan total lima gol. Messi tercatat konsisten menyumbang kontribusi gol di setiap pertandingan dari fase grup hingga semifinal, sebelum akhirnya terkunci di laga puncak kontra Spanyol.
IFFHS menegaskan bahwa ukuran kebesaran seorang pemain di panggung Piala Dunia terletak pada kemampuan mereka menaikkan level permainan ketika ancaman eliminasi mengintai di babak gugur.
Kontribusi krusial Messi di fase-fase kritis itulah yang menjadi alasan utama di balik penganugerahan ini. Menariknya, momen ini juga mencatatkan sejarah baru bagi IFFHS. Jika sebelumnya lembaga statistik ini hanya rutin mengeluarkan daftar penghargaan tahunan seperti Pemain Terbaik Tahunan atau Peringkat Klub Dunia, edisi Piala Dunia 2026 ini menjadi kali pertama bagi mereka menetapkan kategori khusus Pemain Terbaik Piala Dunia, dengan Messi sebagai peraih pertamanya.



KOMENTAR ANDA