post image
Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodríguez mendarat di Bandara Teterboro, New Jersey dini hari Senin, 21 September 2026, disambut Utusan AS untuk Venezuela John Barrett. Delcy berkunjung ke New York City untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB ke-81.
KOMENTAR

Di tengah hiruk-pikuk diplomasi global di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, sebuah langkah mengejutkan ditempuh oleh pemerintah transisi Venezuela. Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodriguez mendatangi Amerika Serikat untuk melakoni serangkaian perundingan strategis, dengan agenda utama meminta bantuan penyelesaian beban utang luar negeri yang mencapai angka fantastis, yakni hingga Rp 3.560 triliun.

Rodriguez tiba di New York pada Senin pagi, 21 September 2026, disambut langsung oleh diplomat tinggi AS untuk Venezuela, John Barrett. Lawatan ini menjadi tonggak sejarah tersendiri karena tercatat sebagai kunjungan perdananya ke negeri Paman Sam sejak ia menduduki kursi kepresidenan sementara pada Januari lalu di bawah pengawasan ketat Washington.

Transisi kepemimpinan di Caracas sendiri bermula dari peristiwa dramatis ketika mantan Presiden Nicolas Maduro ditangkap atau diculik oleh pasukan Amerika Serikat. Di bawah kendali pemerintahan baru di bawah Rodriguez, Venezuela kini berupaya keras membalik halaman sejarah, mencairkan hubungan diplomatik, serta memulihkan ekonomi yang porak-poranda akibat isolasi global.

Langkah taktis Rodriguez langsung tancap gas di New York. Ia tercatat menggelar serangkaian pertemuan terpisah dengan para petinggi lembaga keuangan multilateral dunia. Di antaranya adalah Presiden Inter-American Development Bank (IDB) Ilan Goldfajn, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva, serta Presiden Bank Dunia Ajay Banga.

Seorang sumber yang mengetahui jalannya perundingan tingkat tinggi tersebut mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian lawatan ini murni berfokus pada penyelamatan finansial negara. "Kunjungannya akan sangat berfokus pada restrukturisasi utang, dana, dan pembayaran," ujar sumber tersebut menggambarkan beratnya krisis yang tengah dihadapi Caracas.

Berdasarkan estimasi para analis ekonomi internasional, total akumulasi utang luar negeri Venezuela dan kewajiban perusahaan minyak nasional PDVSA diperkirakan berkisar antara US$ 150 miliar hingga US$ 200 miliar. Jika dikonversikan ke dalam rupiah, beban tersebut menembus kisaran Rp 2.670 triliun hingga Rp 3.560 triliun.

Menyadari besarnya skala masalah tersebut, penasihat hukum dan keuangan Venezuela bahkan telah membentuk sebuah komite khusus sebulan lalu. Komite ini dibentuk secara khusus untuk mengoordinasikan para kreditur serta mengamankan perwakilan mereka dalam meja perundingan restrukturisasi utang dengan pemerintah Venezuela.

Puncak dari rangkaian lawatan diplomatik ini dijadwalkan berupa pertemuan tatap muka antara Presiden Donald Trump dan Presiden Delcy Rodriguez di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB. Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, mengonfirmasi bahwa pertemuan bilateral krusial tersebut berlangsung dalam agenda resepsi khusus yang dihelat oleh Presiden AS.

Selain membahas restrukturisasi utang dan penyelamatan finansial, meja perundingan juga menyentuh sektor vital minyak dan gas yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian Venezuela. Dilaporkan pula bahwa kesepakatan awal dengan raksasa energi asal Amerika Serikat, ExxonMobil, tengah dinegosiasikan secara intensif, yang berpotensi membuka kembali jalan bagi perusahaan tersebut untuk mengelola cadangan minyak Venezuela.

Sebagai simbol perubahan orientasi politik luar negeri tersebut, sejumlah aset properti milik diplomatik Venezuela di New York yang sempat ditelantarkan dan ditutup selama bertahun-tahun kini telah direnovasi serta dibuka kembali. Langkah ini menegaskan tekad Caracas untuk keluar dari keterpurukan dan kembali merajut konstelasi baru di panggung internasional.

 


Trump Konfirmasi Pertemuan “Sangat Baik” dengan Iran di Sela Sidang Umum PBB

Sebelumnya

Bicara di PBB, Donald Trump Ancam Dorong Iran ke Neraka

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia