Fenomena iklim Super El Niño yang saat ini sedang menghangatkan planet bumi diproyeksikan dapat menyebabkan lebih dari 450.000 kematian tambahan akibat gelombang panas. Proyeksi mengkhawatirkan ini dirilis oleh para ilmuwan iklim global yang memperingatkan dampak parah fenomena tersebut.
Periode krisis panas ini mencakup rentang waktu dari Juni 2026 hingga Februari 2027. Angka kematian tambahan akibat suhu ekstrem ini diperkirakan mencapai sekitar 451.000 jiwa di seluruh dunia.
Guardian melaporkan, para peneliti juga memperingatkan bahwa tingkat mortalitas atau kematian akibat suhu tinggi ini berpotensi terus berlanjut hingga Juni atau Juli 2027. Lonjakan angka kematian tersebut merupakan tambahan di luar jumlah korban jiwa yang biasanya telah dikaitkan dengan krisis iklim global.
Selain ancaman langsung dari sengatan panas ekstrem, fenomena El Niño yang sangat kuat ini turut memicu risiko kematian lanjutan. Risiko sekunder tersebut mencakup bencana kekeringan parah, kebakaran hutan yang meluas, hingga ancaman banjir di berbagai wilayah.
Berdasarkan kajian regional, negara-negara tropis diperkirakan akan menghadapi dampak kematian tambahan akibat panas yang paling tinggi selama enam bulan ke depan. Wilayah-wilayah yang masuk dalam zona merah meliputi kawasan Sahel di Afrika, Asia Tenggara, serta beberapa negara besar lainnya.
Sejumlah negara di dunia yang masuk dalam daftar teratas dengan proyeksi kematian akibat panas tertinggi di antaranya adalah Nigeria, Indonesia, Sudan, India, dan Brazil. Sementara itu, Amerika Serikat juga masuk dalam daftar 20 negara dengan estimasi dampak korban jiwa tambahan mencapai sekitar 3.500 orang.
Para ilmuwan menjelaskan bahwa El Niño saat ini telah melampaui rekor suhu tertinggi yang pernah tercatat sebelumnya, bahkan terjadi beberapa bulan lebih awal dari perkiraan puncaknya. Pemanasan global yang disebabkan oleh aktivitas manusia membuat dampak fenomena alam ini menjadi jauh lebih parah.
Kondisi ekstrem ini digambarkan oleh para peneliti sebagai "kartu pos dari masa depan" (postcard from our future). Suhu rata-rata yang dihasilkan saat ini merefleksikan kondisi masa depan yang mungkin akan menjadi pemandangan umum akibat perubahan iklim dalam beberapa dekade mendatang.
Selain ancaman kematian langsung, Program Pangan Dunia (World Food Programme) sebelumnya juga telah mengeluarkan peringatan keras. Fenomena ini dikhawatirkan dapat mendorong sekitar 50 juta orang ke dalam jurang kelaparan akut akibat lonjakan harga pangan global.
Pemerintah di berbagai negara didorong untuk segera mengambil langkah antisipatif dan terarah guna melindungi kelompok rentan. Langkah mitigasi tersebut mencakup peningkatan sistem peringatan dini, penyediaan pusat pendingin, penambahan tenaga medis, serta penguatan perlindungan bagi para pekerja luar ruangan.



KOMENTAR ANDA