post image
Rocky Gerung dalam pelantikan sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI, Jumat, 1 Oktober 2026.
KOMENTAR

Karena itu, publik juga perlu menghindari jebakan sederhana, menganggap setiap intelektual yang masuk ke lingkar kekuasaan otomatis telah "dibeli" kekuasaan.

Tidak selalu demikian.

Ada orang yang masuk ke dalam sistem untuk mencari jabatan. Ada pula yang masuk untuk memengaruhi sistem dari dalam. Perbedaannya baru dapat dinilai dari waktu ke waktu, apakah ia masih mampu mengatakan "tidak", apakah ia masih mampu mengkritik keputusan yang keliru, dan apakah ia masih memiliki independensi intelektual ketika berhadapan dengan kekuasaan.

Rocky akan diuji bukan ketika ia mengkritik pemerintah dari luar.

Ia akan diuji ketika kritik itu harus disampaikan kepada orang yang memiliki kewenangan mengambil keputusan.

Di situlah nilai seorang intelektual terlihat.

Jika akhirnya Rocky hanya menjadi pelengkap citra Istana, maka publik berhak kecewa. Tetapi jika ia mampu membawa tradisi berpikir kritis masuk ke dalam ruang kekuasaan tanpa kehilangan independensinya, kehadirannya justru dapat menjadi eksperimen demokrasi yang menarik.

Maka, biarkan Rocky Gerung berkomunikasi dengan caranya sendiri di Istana.

Tidak perlu memintanya menjadi jinak. Tidak perlu pula memintanya menjadi oposisi dari dalam.

Yang diperlukan adalah ruang bagi perbedaan pikiran.

Sebab kekuasaan yang hanya mendengar pujian akan mudah kehilangan arah. Sebaliknya, kekuasaan yang bersedia mendengar kritik memiliki kesempatan lebih besar untuk mengoreksi dirinya sendiri.

Pada akhirnya, persoalannya bukan apakah Rocky Gerung berada di luar atau di dalam Istana.

Persoalan sesungguhnya adalah apakah ketika berada dekat dengan kekuasaan, ia masih memiliki keberanian untuk mengatakan apa yang menurutnya benar dan apakah Istana masih memiliki keberanian untuk mendengarnya.

Jika dua hal itu bertemu, kehadiran Rocky bukan ancaman bagi Istana. Justru bisa menjadi cermin.


Memadatkan Jarak, Menghadirkan Negara

Sebelumnya

Ijazah Gibran Versus Wudhu dan Sholat

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Nasional