Ratusan ribu pengunjuk rasa memadati jalan-jalan di pusat kota London, Inggris, pada Sabtu (10/10/2026). Aksi massa besar-besaran ini digelar untuk memperingati tiga tahun dimulainya serangan militer Israel di Jalur Gaza yang oleh para demonstran disebut sebagai aksi genosida.
Massa yang hadir membawa berbagai atribut dukungan, termasuk bendera Palestina, spanduk, dan poster bertuliskan kecaman terhadap agresi militer yang terus berlanjut. Mereka mendesak pemerintah Britania Raya untuk segera mengambil tindakan nyata guna menghentikan kekerasan kemanusiaan tersebut.
Demonstrasi akbar ini diorganisir oleh koalisi kelompok pro-Palestina, termasuk Palestine Solidarity Campaign (PSC), Stop the War Coalition, Campaign for Nuclear Disarmament (CND), Muslim Association of Britain, serta Friends of Al Aqsa. Berdasarkan estimasi pihak penyelenggara, jumlah massa yang memadati aksi mencapai lebih dari 250.000 orang.
Dalam tuntutannya, para pengunjuk rasa secara tegas mendesak pemerintah Inggris agar memberlakukan rezim sanksi total terhadap seluruh negara Israel. Selain itu, mereka menuntut implementasi embargo senjata penuh guna memastikan tidak ada lagi pasokan militer yang dikirim ke Tel Aviv.
Sejumlah tokoh dan aktivis turut berorasi di hadapan lautan manusia yang menyuarakan solidaritas bagi warga Palestina. Para pembicara menilai bahwa meskipun ada perubahan retorika dan bahasa dalam diplomasi pemerintah Inggris, langkah tersebut masih jauh dari kata cukup untuk menghentikan penderitaan di lapangan.
Hala Hanina, seorang jurnalis Palestina asal Gaza yang sempat hadir dalam aksi tersebut, menyampaikan kesaksian emosional di hadapan massa. Ia mengaku awalnya berharap bisa berada di London untuk merayakan berakhirnya pendudukan, namun kenyataannya ia masih harus turun ke jalan setelah tiga tahun berlalu.
Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, turut mengapresiasi gelombang solidaritas yang terus ditunjukkan oleh masyarakat Inggris dari tahun ke tahun. Melalui unggahan di media sosial, ia menilai aksi massa yang semakin besar ini membuktikan bahwa dukungan terhadap Palestina tidak akan pernah surut.
Di sisi lain, aparat kepolisian Metropolitan London mengonfirmasi adanya sejumlah pengamanan ketat di sepanjang rute unjuk rasa. Pihak kepolisian mencatat ada beberapa penangkapan yang dilakukan terhadap sejumlah individu karena membawa atribut atau poster yang melanggar aturan demonstrasi yang berlaku.
Aksi damai yang berpusat di dekat kawasan parlemen Inggris ini kembali menegaskan tekanan publik yang besar terhadap para pemangku kebijakan di London. Para aktivis memperingatkan bahwa mereka akan terus menggelar aksi serupa hingga pemerintah mengambil langkah konkret berupa sanksi ekonomi dan politik terhadap Israel.



KOMENTAR ANDA