post image
Ilustrasi: ZonaTerbang
KOMENTAR

Banyak penumpang pesawat yang melakukan penerbangan transatlantik, seperti rute antara London dan Los Angeles, kerap merasa heran mengapa jalur penerbangan mereka melengkung jauh ke utara melewati wilayah Greenland alih-alih terbang lurus ke arah barat di peta dua dimensi.

Fenomena ini sering memunculkan kesalahpahaman di kalangan pelancong. Banyak yang mengira bahwa jalur melingkar tersebut sengaja diambil agar pesawat tetap berada dekat dengan daratan demi alasan keamanan atau prosedur darurat.

Namun, anggapan tersebut keliru karena alasan utama di balik rute melengkung ini sama sekali bukan faktor darurat, melainkan upaya maskapai untuk mencari efisiensi jarak.

Faktor utama yang mendasari jalur melengkung ini adalah bentuk bumi yang bulat, bukan datar seperti yang digambarkan pada peta konvensional. Peta datar yang biasa kita lihat menggunakan proyeksi tertentu, seperti proyeksi Mercator, menyebabkan distorsi besar di mana wilayah kutub tampak jauh lebih besar daripada aslinya.

Akibat distorsi permukaan bola bumi ke dalam bentuk dua dimensi, rute terpendek yang berbentuk garis lurus pada globe justru tampak seperti sebuah lengkungan atau busur pada peta datar.

Dalam dunia aviasi dan navigasi, jalur terpendek yang menghubungkan dua titik di permukaan bola bumi ini dikenal sebagai rute lingkaran besar atau great circle route. Jika Anda merentangkan seutas benang di atas bola dunia (globe) antara London dan Los Angeles, benang tersebut secara alami akan melewati bagian utara seperti Irlandia, Greenland selatan, hingga Teluk Hudson di Kanada.

Oleh karena itu, penerbangan yang melintasi Greenland sebenarnya adalah jalur paling lurus dan paling efisien dari segi jarak fisik yang harus ditempuh oleh pesawat.

Kendati demikian, perencanaan rute penerbangan oleh maskapai tidak hanya terpaku pada jarak terpendek semata. Para petugas operator penerbangan (flight dispatcher) harus memperhitungkan berbagai variabel operasional harian yang dinamis, termasuk faktor cuaca dan kondisi angin di atmosfer.

Salah satu elemen meteorologi paling berpengaruh di kawasan Atlantik Utara adalah polar jet stream, yakni arus angin kencang di lapisan atas atmosfer yang bergerak dari barat ke timur. Keberadaan angin ini sangat memengaruhi durasi dan efisiensi bahan bakar pesawat, sehingga rute harian sering kali disesuaikan secara khusus untuk memanfaatkan atau menghindari arus tersebut.

Selain itu, pertimbangan biaya operasional seperti efisiensi pembakaran bahan bakar dan biaya lintas wilayah (overflight fees) turut menentukan jalur akhir yang dipilih oleh maskapai.

Pada akhirnya, meskipun peta datar membuat rute penerbangan tampak berputar jauh ke utara melewati es Greenland, pilihan jalur tersebut merupakan manifestasi nyata dari navigasi bola bumi demi mencapai penerbangan yang paling cepat, hemat, dan aman.


Houthi Serang Fasilitas Aramco di Riyadh, Kacaukan Lalu Lintas Udara Kawasan

Sebelumnya

Koalisi Maskapai AS Tolak Keinginan Air China Tambah Penerbangan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews