post image
Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi
KOMENTAR

Hibah kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari pemerintah Italia untuk Indonesia merupakan bagian dari kerja sama pertahanan kedua negara. Karena menggunakan skema hibah G2G (government to government), maka dipastikan tidak ada tidak ada feedback atau skema timbal balik yang spesifik di luar mekanisme resmi.

Demikian dikatakan Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan tertulis, Rabu, 18 Februari 2026. 

Adapun anggaran yang terlanjur sudah disiapkan pemerintah Indonesia akan dialokasikan untuk kebutuhan retrofit kapal Giuseppe Garibaldi dalam rangka penyesuaian kebutuhan operasi TNI dan TNI AL.

“Jadwal kedatangan Giuseppe Garibaldi masih dibahas karena bergantung kesiapan teknis kapal dan penyelesaian administrasi hibah, termasuk proses dismantling (pembongkaran) peralatan tertentu oleh pihak Italia,” kata Rico.

Kemhan RI dan TNI AL juga telah menyiapkan pembinaan calon awak kapal Giuseppe Garibaldi.

“Sementara pola penugasan dan kemungkinan keterlibatan matra lain masih dimatangkan oleh TNI AL sesuai kebutuhan operasi,” masih kata Rico.

Spesifikasi ITS Giuseppe Garibaldi 

Jenis Kapal penjelajah pesawat terbang ASW/kapal induk

Pembangun: Fincantieri, Galangan Kapal Monafalcone, Monfalcone (Gorizia)

Biaya Produksi: Lire 428 miliar (1981) (setara dengan €903,63 juta pada tahun 2019)

Pasang Lunas:  26 Maret 1981[1]
Diluncurkan: 11 Juni 1983
Mulai berlayar: 30 September 1985
Dipensiunkan Italia: 1 Oktober 2024
Pelabuhan daftar: Taranto
Identifikasi Nomor panji: 551
Motto: Obbedisco atau “Saya Patuh”

Berat Benaman: 
- 10.100 t (panjang 9.940 ton) (standar) 
- 13,850 t (13,631 ton panjang) (muatan penuh)[2] 
- 14,150 t (13,927 ton panjang) (muatan penuh, setelah MLU 2003)

Panjang: 180,2 m (591 kaki)
Lebar: 33,4 m (110 kaki)
Daya muat: 82 m (269 kaki)

Pendorong:
- 4 × turbin gas General Electric/Avio LM2500, 60.400 kW (80.998 hp) 
- 6 × generator mesin diesel Grandi Motori Trieste B230/12, 9,360 kW (12,552 hp) dengan generator listrik Ansaldo-Elettrital, masing-masing 1.560 kW (2.092 hp)

Kecepatan: 30 kn (56 km/jam; 35 mph)+
Jangkauan: 7.000 mil laut (13.000 km; 8.100 mil) pada 20 kn (37 km/jam; 23 mph)

Awak Kapal:
- 830, diantaranya 550 Awak kapal
- hingga 180 untuk Armada Udara Arm 
- hingga 100 staf C4

Sensor dan sistem pemroses: 
- Radar jarak jauh Selenia MM/SPS-768 (RAN 3L) 
- Radar peringatan dini Selenia SPS-774 (RAN-10S) 
- Radar peringatan dini Hughes AN/SPS-52C, pita E 
- Radar pencarian permukaan Selenia SPS-702 CORA 
- 2 × PERMATA navigasi radar Elettronica SPN-749 
- Radar pendekatan Selenia SPN-728 
- 3 × Pengontrol radar menembakkan Selenia RTN-30X, untuk Albatross/Aspide 
- 3 × Pengontrol radar menembakkan Selenia RTN-20X, untuk CIWS 40/70 mm 
- Sonar lambung Raytheon DE 1160 LF (diganti oleh WASS DMS-2000 pada tahun 2003) 
- Selenia CMS SADOC-3 
- URN Standar Muka TACAN-25

Peralatan perang elektronik dan tipuan: 
- Sistem jamming Elettronica Spa SLQ-732 
- 2 × Peluncur umpan SCLAR OTO Melara 
- Umpan torpedo yang ditarik AN/SLQ-25 Nixie

Senjata:
2 × Peluncur rangkap delapan Mk.29 untuk SAM Sea Sparrow/Selenia Aspide 
3 × OTO Melara Kembar 40L70 DARDO 
2 × Tabung torpedo 324 mm rangkap tiga 
4×SSM Otomat Mk 2 (dilepas pada tahun 2003)

Pesawat yang diangkut:
Hingga 18: Pesawat tempur/pembom AV-8B Harrier II, Helikopter (ASW, ASH dan AEW) Augusta SH-3D atau AgustaWestland AW101

Catatan panjang dek penerbangannya 1.740 m (5.710 ft) dan lebarnya 300 m (980 ft)

Informasi sebelumnya menyebutkan Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana Muhammad Ali berharap kapal Giuseppe Garibaldi bisa tiba di Indonesia sebelum peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-81 TNI.

Proses pengadaan kapal induk tersebut masih berjalan melalui jalur negosiasi antara TNI AL, Angkatan Laut Italia, Fincantieri, dan Kemhan RI.


F-16 Mendarat di Tol Sumatera

Sebelumnya

Bagaimana Jet Tempur Menghindari Radar?

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Militer