post image
Ilustrasi: ZonaTerbang
KOMENTAR

Konstelasi masalah menjadi makin kompleks dan rumit akibat fakta tak terbantahkan bahwa banyak warga Arab di Jerusalem adalah umat Nasrani.

Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan 

EKSODUS umat Yudaisme dari Mesir tercatat di dalam Alkitab Perjanjian Lama, yaitu Kitab Keluaran. Namun, eksodus umat Nasrani (Kristen) dari Yerusalem tidak tercatat di dalam Alkitab Perjanjian Baru. 

Eksodus Nasrani lebih terkait dengan peristiwa Penghancuran Yerusalem oleh Romawi pada tahun 70 Masehi dan penganiayaan yang dilakukan umat Yudaisme dan Romawi terhadap umat Nasrani di Yerusalem.

Setelah penyaliban dan kebangkitan Yesus Kristus, komunitas Nasrani di Yerusalem tumbuh, tetapi mereka menghadapi perlakuan buruk dari umat Yudaisme yang berujung pada penghancuran kota Yerusalem oleh imperialis Romawi.

Setelah berjaya membumihanguskan Yerusalem pada tahun 70 M , Kaisar Titus kembali ke Roma dan menerima sambutan meriah atas keberhasilannya menumpas Pemberontakan Yahudi Pertama. Pada saat yang sama, bangsa Romawi mulai memulihkan ketertiban di Yudea dengan menumpas perlawanan terakhir dan merebut kembali kendali atas beberapa benteng terakhir yang sempat dikuasai oleh kaum Zealot.

Pertempuran terakhir dan terpanjang dari pertempuran-pertempuran terakhir ini adalah Pengepungan Masada , yang terjadi pada tahun 73 atau 74 M.

Sejarawan Yahudi Josephus -- satu-satunya sumber untuk kisah pengepungan tersebut -- mengklaim telah diberi keterangan lengkap oleh dua wanita yang selamat dengan bersembunyi di dalam gorong-gorong pembuangan air kotor dan sampah.

Para saksi mengklaim bahwa karena bunuh diri bertentangan dengan kepercayaan Yahudi, para Sicarii telah mengundi untuk saling membunuh, dengan orang terakhir yang menjadi satu-satunya yang bunuh diri. Masada adalah aksi terakhir dari perang Yahudi. Orang-orang Yahudi melarikan diri ke daerah-daerah aman di sekitar Mediterania, dengan ribuan orang dijual sebagai budak.

Sementara banyak umat Kristen di Yerusalem melarikan diri ke Pella, sebuah kota di luar Yerusalem, sebelum kota itu juga dihancurkan oleh Romawi. Kemudian para disipel Yesus Kristus bersama umat Nasrani menyelamatkan diri sampai ke Damaskus, Ephesus dan Roma bahkan India. Eksodus Nasrani membentuk diaspora Nasrani di Jordania, Lebanon, Suriah sampai ke Konstantinopel sebelum menjadi Istanbul.

Memang dapat ditemukan kesejajaran sukma makna antara Eksodus Yahudi dari Mesir di bawah pimpinan Nabi Musa dengan Eksodus Nasrani dari Yerusalem, tetapi dengan konteks dan lingkup zaman yang saling berbeda satu dengan lainnya.

Di masa kini yang terjadi malah Eksodus Palestina akibat penggusuran rakyat Palestina dari tanah dan rumah permukiman mereka yang dilakukan oleh Israel setelah pembantaian kaum Yahudi di kamp-kamp konsentrasi yang dilakukan oleh Nazi Hitler. 

Konstelasi masalah menjadi makin kompleks dan rumit akibat fakta tak terbantahkan bahwa banyak warga Arab di Jerusalem adalah umat Nasrani.


Menghayati Makna Iman

Sebelumnya

Ukuran Panjang dan Berat

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Jaya Suprana