post image
Ilustrasi: ZonaTerbang
KOMENTAR

Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan

DALAM menulis buku legendaris berjudul “Il Principo”, sebenarnya Nicollo Machiavelli tidak berniat buruk seperti yang telah terlanjur dicitrakan oleh terminologi Machiavellisme.

Di dalam “Il Principo” sebenarnya Machiavelli TIDAK membenarkan penguasa menghalalkan segala cara dalam meraih, mempertahankan dan mengembangkan kekuasaan namun sekedar bagaimana penguasa di Italia pada abad XV  menghalalkan segala cara demi mewujudkan ambisi kekuasaan mereka.

Menjelang tahun ke 20 abad ke 21, sebuah buku ditulis oleh Paul Strathen dan diterbitkan dengan judul “The Borgias”. Buku ini makin memantapkan Kelirumologi Machiavellisme.

Keluarga besar Borgia memang mereformasi dan membangkitkan kembali kejayaan peradaban Romawi sebagai patron para jenius seperti Leonardo da Vinci , Michaelangelo, Raphael, Dante, Petrarka bahkan mempengaruhi sejarah dunia.

Adalah Rodrigo Borgia sebagai Sri Paus Aleksander VI  yang menyebabkan Brasil berbahasa Portugis, sementara negara Amerika Selatan lain-lainnya berbahasa Spanyol. Keberhasilan utama dinasti Borgia adalah menghadirkan Sri Paus yang sangat absolut berkuasa di Italia era Renaisans mewariskan citra lebih kea rah negatif ke masyarakat dunia.

Menurut Strathen, Sri Paus Aleksander VI yang semula bernama Rodrigo Borgia sangat menikmati nikmatnya kehidupan duniawi dengan kerap menyelenggarakan pesta pora orgi yang tidak kalah tidak senonoh ketimbang pesta pora orgi Kaisar Caligula maka kurang layak untuk diungkap di naskah sederhana ini.

Yang ikut maksimal memanfaatkan kekuasaan Sri Paus Aleksander VI dalam menghalalkan segala cara seperti yang adalah Cesare Borgia yang konon adalah anak haram Rodrigo Borgia yang kemudian sempat menjadi kardinal.

Cesare Borgia merupakan tokoh utama yang dibahas di dalam Il Principo sangat tega melakukan pembunuhan demi menyingkirkan lawan mau pun teman politik yang dianggap menghalangi ambisi kekuasaan mereka. Jenasah seorang audara kandung Cesare Borgia ditemukan mengapung di sungai Tiber,  ipar Cesare dibinasakan bahkan seorang asisten setia Cesare dipancung.

Pendek kata, “The Borgias” tulisan Strathen berhasil mereparasi citra buruk yang sudah terlanjur ditimpakan secara tidak adil terhadap  “Il Principo” tulisan Machiavelli yang kemudian melahirkan terminologi Machiavellisme yang kerap dikeliru-tafsirkan sehingga terlanjur terstigma konotasi buruk.

Pada hakikatnya secara kelirumologis layak diluruskan bahwa menggunakan istilah Machiavellisme bagi penguasa yang tega menghalalkan secara cara demi meraih kekuasaan adalah keliru. Sebenarnya istilah yang lebih benar adalah Borgianisme.


Millenium Prize Problems

Sebelumnya

Kosmos dan Matematika

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Jaya Suprana