post image
Foto: AeroTime
KOMENTAR

Aktivitas vulkanik kembali melanda kawasan Eropa Selatan setelah Gunung Etna, salah satu gunung berapi paling aktif di Italia, memuntahkan abu vulkanik dalam skala besar. Letusan terbaru ini langsung berdampak signifikan terhadap sektor penerbangan komersial di Pulau Sisilia.

Otoritas pengelola Bandara Catania mengumumkan penghentian seluruh aktivitas penerbangan akibat terjangan debu vulkanik yang membahayakan keselamatan. Keputusan darurat ini diambil demi menghindari risiko fatal bagi mesin pesawat yang melintasi wilayah udara terdampak.

Awan abu vulkanik dilaporkan membumbung tinggi hingga mencapai sekitar empat kilometer ke atmosfer. Kondisi tersebut memperburuk jarak pandang di sekitar bandara dan menciptakan lapisan debu tebal di jalur lintasan udara regional.

Dampak langsung dari penutupan ini dirasakan oleh ribuan penumpang yang rencana perjalanannya mendadak berantakan. Sejumlah jadwal penerbangan domestik maupun internasional terpaksa mengalami pembatalan total tanpa kepastian waktu keberangkatan awal.

Selain pembatalan, puluhan jadwal penerbangan kedatangan juga terpaksa dialihkan (diversions) ke bandara-bandara alternatif terdekat di wilayah Italia. Langkah ini diambil maskapai guna mengantisipasi penumpukan pesawat dan meminimalkan kerugian operasional lanjutan.

Pihak maskapai penerbangan bersama pengelola bandara langsung berkoordinasi untuk memberikan opsi penjadwalan ulang bagi penumpang yang terdampak. Meski demikian, antrean panjang dan penumpukan calon penumpang terlihat jelas di area terminal utama sejak pagi hari.

Gunung Etna yang terletak di timur Sisilia memang kerap menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik secara berkala. Letusan-letusan spontan semacam ini selalu menjadi ancaman serius bagi operasional Bandara Catania yang merupakan salah satu gerbang udara vital di Italia.

Badan Vulkanologi dan Geofisika Italia (INGV) terus memantau pergerakan magma serta sebaran abu menggunakan teknologi radar mutakhir. Status peringatan penerbangan di sekitar wilayah tersebut langsung dinaikkan ke level tertinggi guna memberikan peringatan dini bagi pilot.

Hingga laporan ini diturunkan, tim pembersih landasan pacu dikerahkan untuk membersihkan sisa-sisa abu vulkanik yang menutupi area apron dan runway. Langkah pembersihan intensif ini krusial agar standar keselamatan terpenuhi sebelum izin pembukaan kembali wilayah udara diterbitkan.

Otoritas bandara mengimbau kepada seluruh calon penumpang agar senantiasa memantau pembaruan status penerbangan secara berkala melalui maskapai masing-masing. Situasi darurat alam ini menegaskan kembali rentannya jalur logistik udara terhadap fenomena geologis di kawasan Mediterania.


Airbus Jadwalkan Penerbangan Perdana A350F, Siarkan Langsung Momen Bersejarah Pengiriman Kargo

Sebelumnya

Tragedi Penerbangan di Kongo: Pesawat L-410 Jatuh di Kenge, Belasan Orang Dilaporkan Tewas

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews