Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Bandara Milan Linate (LIN), Italia, pada Senin pagi, 10 Agustus 2026. Rekaman CCTV yang beredar luas memperlihatkan momen dramatis saat sebuah mobil operasional bandara jenis Fiat Panda melintasi jalur di depan pesawat jet pribadi yang sedang meluncur (taxiing).
Akibat manuver tersebut, bagian hidung pesawat jenis Hawker Beechcraft 400A tersebut menabrak sisi samping mobil operasional itu. Benturan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada mobil, di mana bagian depan pesawat sempat menembus jendela penumpang kendaraan tersebut.
Meskipun visual dari rekaman CCTV tersebut terlihat sangat mengkhawatirkan, beruntungnya tidak ada laporan mengenai korban luka dalam insiden tersebut. Pihak bandara mengonfirmasi bahwa pengemudi mobil serta penumpang di dalam jet pribadi dipastikan selamat dari cedera fisik yang serius.
Pesawat jet pribadi yang terlibat dalam kecelakaan ini diketahui memiliki registrasi I-AERB dan dioperasikan oleh Slam Lavori Aerei. Berdasarkan data dari Flightradar24, jet Hawker Beechcraft 400A tersebut telah beroperasi selama 33 tahun sebelum mengalami insiden ini.
Kejadian ini memicu respon cepat dari tim layanan darurat bandara. Mereka segera bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan inspeksi mendalam terhadap kondisi pesawat serta mengamankan area apron agar tidak membahayakan aktivitas operasional lainnya.
Pihak Bandara Milan Linate menyatakan bahwa inspeksi tersebut berjalan lancar. Segera setelah area dinyatakan aman dan penyelidikan awal selesai, operasional bandara pun kembali dibuka untuk aktivitas penerbangan normal dengan penundaan yang terbilang minimal.
Namun, insiden ini sempat menyebabkan gangguan operasional selama sekitar 30 menit. Selama waktu penutupan sementara tersebut, otoritas bandara terpaksa mengalihkan (divert) dua penerbangan yang seharusnya mendarat di Milan Linate ke bandara lain di sekitar wilayah Milan.
Penerbangan pertama yang terdampak adalah KLM Royal Dutch Airlines KL1615 dari Amsterdam. Pesawat ini dialihkan ke Bandara Malpensa (MXP) sebelum akhirnya berhasil mendarat kembali di Linate setelah situasi dinyatakan kondusif pada siang hari.
Penerbangan kedua adalah layanan domestik ITA Airways AZ2036 dari Roma Fiumicino. Pesawat ini terpaksa mendarat di Bandara Bergamo (BGY) sebelum kemudian melanjutkan penerbangannya kembali ke Linate tak lama setelah bandara dibuka kembali.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya regulasi ketat pergerakan kendaraan di area apron bandara. Meski pergerakan kendaraan darat diatur ketat oleh kontrol lalu lintas udara, insiden ini menjadi bukti bahwa risiko kecelakaan tetap ada dan memerlukan kewaspadaan tinggi dari semua pihak yang bertugas di sisi udara.



KOMENTAR ANDA