Pemerintah Inggris secara tegas menyatakan komitmennya untuk terus mempertahankan tekanan terhadap Rusia. Sikap ini ditegaskan menyusul pengumuman kesepakatan pasokan bahan bakar diesel antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin baru-baru ini.
Dalam sebuah pernyataan tertulis yang dirilis pada hari Sabtu, juru bicara pemerintah Inggris menyampaikan bahwa posisi London terhadap Moskow tetap sangat jelas dan tidak berubah. Inggris menegaskan akan terus bekerja sama secara erat dengan para mitra internasional guna memastikan Ukraina memiliki dukungan militer serta finansial yang memadai untuk membela diri.
London berencana untuk menjaga tekanan tersebut melalui penerapan rezim sanksi paling ketat yang pernah mereka berlakukan sebelumnya. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan biaya politik dan ekonomi atas apa yang disebut sebagai agresi Putin, sekaligus mendukung berbagai upaya internasional dalam mengamankan perdamaian yang adil.
Pemerintah Inggris menilai bahwa Ukraina telah berulang kali menunjukkan keseriusannya dalam mengupayakan perdamaian. Namun, sebaliknya, Rusia dinilai kerap menolak usulan gencatan senjata, baik secara penuh maupun sebagian, seraya terus melanjutkan serangan yang menyasar warga sipil serta infrastruktur energi Ukraina.
Lebih lanjut, juru bicara tersebut menekankan tekad Inggris untuk terus mendampingi Ukraina selama diperlukan. London juga berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan komunitas internasional demi mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan Eropa Timur.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan telah melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon. Trump menggambarkan percakapan tersebut sebagai diskusi yang sangat sukses dalam membangun komunikasi bilateral.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengungkapkan bahwa pembicaraan tersebut menghasilkan sebuah kesepakatan penting. Berdasarkan kesepakatan itu, Rusia akan segera memasok lebih dari 300.000 ton bahan bakar diesel ke pasar Amerika Serikat dan pasar global lainnya.
Tidak berhenti sampai di situ, pasokan tersebut rencananya akan ditambah sebanyak 500.000 ton pada bulan November mendatang. Pengiriman kemudian akan dilanjutkan dengan tahap berikutnya sebesar 1 juta ton serta tambahan 3 juta ton dalam waktu dekat, tergantung pada kondisi kilang diesel di Rusia.
Sementara itu, Presiden Putin menyambut baik kesepakatan ini dengan menyatakan bahwa pasokan diesel Rusia ke pasar global akan memberikan manfaat bagi perekonomian dunia. Ia menambahkan bahwa kedua pemimpin juga membahas sektor energi global, prospek penyelesaian perang di Ukraina, situasi di Iran, serta hubungan bilateral secara keseluruhan.
Kendati kesepakatan energi antara Washington dan Moskow tersebut mencuat ke publik, reaksi tegas dari Inggris menunjukkan bahwa sekutu-sekutu Barat lainnya tetap waspada. London menegaskan bahwa tekanan ekonomi dan sanksi terhadap Moskow akan tetap menjadi instrumen utama dalam merespons dinamika geopolitik global saat ini.



KOMENTAR ANDA