Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
DI dalam syair lagu Bengawan Solo terdapat kalimat “Mata Airmu dari Solo, Terkurung Gunung Seribu”. secara metafori ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
SAYA pengagum tulisan-tulisan Sigmund Freud yang menurut selera saya jauh lebih enak dibaca ketimbang tulisan-tulisan Karl Marx. Namu ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
DI masa kini saya sudah terbiasa dengan budaya kebersihan mulai dari mandi sampai buang air kecil dan besar bukan di ruang terbuka na ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
DI dalam naskah ini, saya sengaja lebih fokus ke Mohenjo Daro ketimbang Harappa meski keduanya termasuk ke Perabadan Lembah Indus. Na ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
KATA “Odyssey” selalu tentang perjalanan panjang: tersesat, diuji, lalu pulang. Dari mitologi Yunani sampai luar angkasa, ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
CETERIS paribus secara harfiah artinya "dengan asumsi hal lain tidak berubah" padahal pada kenyataan satu-satunya yan ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
PADA mulanya saya menonton Toy Story dengan niat sederhana yaitu mencari hiburan. Titik. Tidak lebih dan tidak kurang. Saya sama seka ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
DI epos Ramayana, semua orang kenal Rama, Shita, Laksmana, Hanuman, Rahwana, Kumbakarna, Wibisana dan Sarpakanaka. Tapi jarang yang k ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
NEGERI kita sedang gaduh. Bukan karena beras. Bukan karena listrik. Gaduhnya karena pagar. Ya, pagar. Benda yang tingginya 2 meter da ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
BAYANGKAN ada orang hidup di dalam tong. Bukan karena tidak mampu sewa kontrakan, tapi karena prinsip. Itulah Diogenes.
Dia filsuf ...
By
Popular posts
1
Prof. Emir: Kebakaran Gambut Tidak Bisa Dihadapi dengan Cara Konvensional