Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
DI dalam makalah oseanologis ini, yang tampil bukan Mimi, pemeran utama mahaopera mahakarya Puccini “ La Boheme” namun Mi ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
SAMA halnya dengan kriminologi bukan ilmu berbuat kriminal namun ilmu yang menelaah kriminal, maka alasanologi bukan ilmu membuat ala ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran
USIA Gunung Padang masih diperdebatkan oleh para arkeolog maupun pemerhati arkeologi. Namun secara prinsip para arkeolog sudah sepakat bahwa Gunu ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
MAHASOSIOLOG Peter L. Berger mengajar kita cara "tahu" lewat lelucon pahit dan luka nyata. Manusia itu epistemologinya anal ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
DALAM astrofisika teoretis mutakhir muncul hipotesis bahwa alam semesta kita adalah interior dari sebuah lubang hitam yang berada di ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
NASKAH ini bukan membahas Magnifica tapi Magnificat dengan T di akhir kata.
Memang benar bahwa Johann Sebastian Bach sempat menggu ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajar Kemanusiaan
SAYA banyak belajar tentang kebudayaan game dari pencipta “Lokapala” sebagai game pertama bertema Indonesia, Ivan Chen. Dar ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
FENOMENA akumulatif berbelit ternyata hadir pada proses evolusi kelirumologis terhadap terminologi Indian. Gegara Columbus keli ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
SEJAK ribuan tahun manusia membayangkan naga: makhluk besar yang menyembur api dari mulutnya. Api itu simbol kekuatan, kemarahan, dan ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
SEBAGAI warga negara Indonesia yang patuh pada Sumpah Pemuda 1928 mengenai Satu Bahasa, Bahasa Indonesia, saya berkiblat pada pemakna ...
By
Popular posts
1
Manfaatkan FTP, Haiko Sediakan Pangkalan Perawatan Pesawat One-stop