Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
TATKALA saya berkunjung ke Mumbai kebetulan kota perdagangan itu sedang hiruk-pikuk dan macet total akibat masyarakat Mumbai dan para ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
SETIAP tahun, 3 bahasa daerah di Indonesia mati maka berhenti dituturkan. Tidak ada berita. Tidak ada bendera setengah tiang. Hanya a ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
MUSIK tidak punya akta kelahiran. Ia lahir bersamaan dengan manusia pertama kali menarik napas dan menghembuskannya menjadi suara. Ta ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
RAMAYANA memiliki aneka ragam versi saling beda di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Ramayana versi India/Walmiki, dan Sri Lanka memili ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
SEMUA bermula ketika manusia pertama kali menatap batu dan bertanya: "Ini batu atau pesan?". Sejak saat itu, peradaban resm ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
ADA seekor ular di dalam otak manusia. Namanya logika. Dan ular itu lapar. Ia makan ekornya sendiri. Itulah Logika Makan Logika. Miri ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
NAMA Hong Wang tiba-tiba jadi sorotan dunia Juli 2026. Bukan karena olahraga, tapi karena matematika. Ia resmi menerima Medali Fields ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
BAHASA Indonesia kaya singkatan. Kreatifitas terbaru di semesta pendidikan tinggi Indonesia adalah URI sebagai akronim UNIVERSITAS RE ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
PADA tahun 1985 Oliver Sacks berhasil mengubah wajah literatur medis melalui buku “The Man Who Mistook His Wife for a Hat&rdquo ...
By
Popular posts
1
Prof. Emir: Kebakaran Gambut Tidak Bisa Dihadapi dengan Cara Konvensional