Perusahaan minyak pelat merah Venezuela, Petroleos de Venezuela S.A. (PDVSA) mulai melakukan negosiasi dengan perusahaan minyak Amerika Serikat. Negosiasi setelah penangkapan Nicolas Maduro dan Cilia Flores itu untuk penjuakan minyak mentah Venezuela.
Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di kanal Telegram-nya, PDVSA mengatakan kedua belah pihak sedang membahas "penjualan volume minyak", dan bahwa proses itu dilakukan menggunakan "skema serupa dengan yang saat ini diterapkan pada perusahaan-perusahaan internasional, seperti Chevron".
Pengumuman tersebut disampaikan sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Venezuela akan memasok AS dengan minyak berkualitas tinggi.
Sebelum revolusi Bolivarian menyusul kemenangan Hugo Chavez dalam pemilihan presiden tahun 1999, AS dapat dikatakan menguasai industri minyak Venezuela. Namun kebijakan nasionalisasi yang diterapkan Chavez pada semua perusahaan minyak asing membuat AS meradang.
Exxon Mobile misalnya pernah menggugat Venezuela ke pengadilan internasional karena memutus kontrak secara sepihak. Pengadilan memvonis Venezuela bersalah dan mewajibkannya membayar denda sebesar 10 persen dari nilai kontrak.
Hukuman ini dinilai Exxon Mobile terlalu rendah.
Setelah Maduro tidak lagi berkuasa, sejumlah pengamat menilai terbuka peluang yang cukup menjanjikan bagi kedua negara untuk membicarakan kembali hubungan sektor minyak.


KOMENTAR ANDA