post image
Nicolas Maduro dan Jenderal Javier Marcano Tabata
KOMENTAR

Pemerintah Venezuela terus memburu pihak-pihak yang teribat dalam pengkhianatan yang berujung pada penangkapan pasangan Nicolas Maduro dan Cilia Flores, pada 3 Januari 2026. 

Sejauh ini Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodriguez telah memecat Komandan Pasukan Penjaga Kehormatan Presiden, Jenderal Javier Marcano Tabata. Sang jenderal dinilai gagal melindungi Maduro dan Flores. Selain memimpin pasukan pengawal presiden, Javier Marcano juga Dirjen Kontraintelijen Militer Venezuela. 

“Sedang diteliti keterkaitannya dengan peristiwa penculikan Presiden Maduro,” ujar Duta Besar Venezuela untuk Indonesia, Enrique Antonio Acuna Mendoza kepada redaksi Zona Terbang di kantornya, Senin, 12 Januari 2026. 

Dia menambahkan, pemerintah Venezuela terus mencari pihak-pihak yang terlibat dalam pengkhianatan.

Dubes Mendoza mengatakan, sejauh ini korban tewas dalam serangan AS itu mencapai angka 100 jiwa, baik di pihak militer maupun sipil. Sebanyak 32 di antaranya adalah tentara Kuba yang bertugas menjaga keamanan Maduro. 

“Mereka (warga Kuba yang tewas) adalah bagian dari kerja sama pertahanan Venezuela dan Kuba yang sudah berlangsung sejak era Presiden Hugo Chavez,” ujar Dubes Mendoza lagi.

Pasukan AS menangkap Maduro dan istri pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026. Operasi penangkapan yang melibatkan 150 pesawat militer berbagai jenis berlangsung cepat. Presiden AS Donald Trump ketika memberikan keterangan seusai penangkapan mengatakan bahwa salah satu kunci keberhasilan operasi adalah peranan orang dalam di lingkaran terdekat Maduro.


Trump Naikkan Tarif 25 Persen untuk Negara yang Berbisnis dengan Iran

Sebelumnya

Sepekan Setelah Penangkapan Maduro, 6 Juta Anak Venezuela Kembali ke Sekolah

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Politik Global