Penutup: Kematangan Demokrasi
Masyarakat yang matang bukan masyarakat tanpa konflik. Ia adalah masyarakat yang sanggup menahan diri untuk tidak mengubah konflik menjadi kekerasan.
Demokrasi sebagai tata kelola menawarkan kerangka tersebut. Ia bukan perayaan kesepakatan, melainkan teknik untuk hidup bersama di tengah perbedaan. Ia tidak menjanjikan kesempurnaan, tetapi menyediakan alat koreksi. Ia tidak menghapus ketidakadilan seketika, tetapi menyediakan prosedur untuk memperjuangkannya tanpa menghancurkan sistem.
Mungkin inilah alasan mengapa demokrasi tetap relevan: bukan karena ia paling suci, melainkan karena ia paling rasional dalam mengelola masyarakat yang terlalu kompleks untuk dipaksa tunduk pada satu kehendak.
Dalam dunia yang terus berubah, memahami demokrasi sebagai tata kelola berarti memahami bahwa stabilitas lahir bukan dari penyeragaman, melainkan dari pengelolaan perbedaan. Dan selama manusia tetap beragam, demokrasi akan lebih tepat dipahami sebagai cara bekerja bersama, daripada sebagai sekadar semboyan moral.


KOMENTAR ANDA