Penyembelihan onta itu ternyata dilakukan ketika saya sedang makan. Tidak sempat melihatnya. Tahu-tahu ada kepala onta yang dibawa masuk ke resto. Ditaruh di dekat dapur.
Saya terbelalak melihat kepala onta terpenggal itu. Saya foto. Tentu saya tidak bisa menunggu masakan kepala onta itu. Saya harus bergegas ke bandara.
Sampai di bandara, ternyata bandara masih tutup. Petugas pos keamanan memberi tahu: pesawat hari itu delay sampai jam 6 sore.
Balik ke Tarim. Masih bisa satu kambing bakar lagi --tapi masakan kepala ontanya sudah termakan orang lain semua. (Dahlan Iskan)


KOMENTAR ANDA