post image
Duta Besar RI untuk Spanyol, Dr. Muhammad Najib, menerima kunjungan Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles Fernández, Rabu, 8 April 2026./KBRI Madrid
KOMENTAR

Pemerintah Spanyol menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya tiga tentara Indonesia yang sedang melaksanakan tugas di Lebanon di bawah bendera penjaga perdamaian PBB, UN Interim Force in Lebanon atau UNIFIL. 

Ucapan duka cita disampaikan Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles Fernández, secara langsung kepada Duta Besar RI di Madrid, Dr. Muhammad Najib, di KBRI Madrid, Rabu, 8 April 2026.

Dalam kunjungan itu, Menhan Margarita Robles Fernández didampingi Sekretaris Jenderal urusan Kebijakan Pertahanan, Juan Francisco Martínez Núñez; Kepala Kantor urusan Komunikasi dan Pers Kemhan, María José Muños Estévez; serta Komandan Keamanan Menhan, Alexandra Rivas Castillo.

Sementara Dubes Rl saat menerima secara resmi didampingi Atase Pertahanan, Kolonel Pnb Agus Dwi Aryanto; Kepala Kanselerai Ria Uki Suharsi; dan Asisten Atase Pertahanan, Mayor Cba Rully Pakaya.

Dalam kesempatan berharga ini Menhan Spanyol yang baru pertama kali menginjakkan kaki di KBRI Madrid juga menyampaikan bahwa posisi Indonesia dan Spanyol selalu sama, terus berjuang untuk menciptakan dan menjaga perdamaian dunia di bawah bendera PBB dengan prinsip multilateralisme.

Karena itu ia berharap Spanyol dan Indonesia terus bergandeng tangan untuk menciptakan dunia yang damai

Sementara Dubes Muhammad Najib, selain menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas ucapan duka cita yang diberikan Pemerintah Spanyol, juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah dan Rakyat Spanyol atas perjuangan rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaan. Dukungan Spanyol ini bukan saja berupa pengakuan atas Negara Palestina, tapi juga upaya mengajak negara Eropa lain ikut serta memberikan dukungan yang sama.

Terkait dengan perkembangan terakhir di Lebanon Selatan, Menteri Margarita Robles menyampaikan tidak dapat menerima serangan Israel terhadap pasukan penjaga perdamaian yang merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional serta tidak dapat menerima invasi terhadap wilayah kedaulatan Lebanon. Beliau menekankan Israel harus menghormati hukum internasional dan menghormati teritori negara Lebanon.

Menhan Spanyol juga menggarisbawahi bahwa kolaborasi erat antara pasukan Indonesia dan pasukan Spanyol di bawah bendera UNIFIL dalam upaya menjaga perdamaian di Lebanon perlu terus dilanjutkan. Hal ini menjadi modal penting bagi kolaborasi antara dua negara dan dua bangsa.

Menyinggung genjatan senjata antara Amerika Serikat dengan Iran, Dr. Muhammad Najib mengajak Spanyol yang menjadi salah satu negara penting di kawasan Eropa bersama Indonesia untuk berperan aktif, sehingga gencatan senjata yang dicapai saat ini akan bermuara pada penghentian secara menyeluruh perang yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Bagaimanapun juga dampak dari perang ini bukan saja dirasakan oleh negara-negara yang terlibat langsung dalam perang, akan tetapi juga masyarakat dunia dan menimbulkan kesulitan ekonomi di banyak sektor.

Sebelum pamitan, Menhan Spanyol dan rombongan menggaris bawahi pentingnya kerjasama antara dua negara demi menjaga perdamaian dunia.


UNIFIL, Misi Perdamaian PBB yang Paling Mematikan

Sebelumnya

Ini 10 Poin Proposal Damai Iran yang Diterima AS

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia