Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI
BAGIsaya, belalai adalah bagian tubuh yang melekat erat pada satwa yang disebut sebagai gajah. Maka saya sempat fokus menelaah belalai gajah tersurat di dalam naskah “Fungsi dan Evolusi Belalai Gajah”.
Terus terang semula saya terkebur meyakini seyakin-yakinnya yakin bahwa belalai adalah monopoli gajah. Mustahil ada satwa lain memiliki hidung yang berfungsi sebagai alat bernafas sekaligus tangan alias belalai pasca dinosaurus masa kini. Ternyata saya keliru.
Tidak bisa dipungkiri bahwa binatang berbelalai yang paling dikenal memang gajah. Tetapi ternyata ada juga hewan lain berbelalai seperti tapir dan celurut gajah (atau tikus gajah) yang memiliki belalai. Di antara serangga, kupu-kupu dan ngengat memiliki belalai yang berfungsi sebagai alat penghisap nektar.
Mari kita bersama menelusuri jenis-jenis satwa berbelalai sbb:
· Gajah: Mamalia darat terbesar yang memiliki belalai panjang dan kuat yang digunakan untuk berbagai keperluan, seperti bernapas, minum, mandi, makan, dan memegang benda maupun sebagai senjata menewaskan lawan.
· Tapir: Hewan dengan belalai pendek, yang juga dikenal sebagai "sipan" atau tapir Asia, ditemukan di hutan hujan Asia Tenggara. Belalai ini membantu mereka untuk makan dan bergerak mencari makanan.
· Celurut Gajah (Tikus Gajah): Mamalia kecil pemakan serangga dengan hidung panjang seperti belalai yang mereka gunakan untuk mencari makanan seperti semut dan cacing. Mereka juga dikenal sebagai salah satu makhluk tercepat gerak di dunia.
· Gajah Laut: Meskipun tidak memiliki belalai seperti gajah darat, gajah laut memiliki hidung yang memanjang dan menonjol, terutama pada pejantan, yang berfungsi sebagai alat bantu penciuman dan pertanda status.
· Kupu-kupu dan Ngengat: Invertebrata ini memiliki belalai yang disebut proboscis, yaitu alat mulut yang melingkar yang digunakan untuk mengisap nektar dari bunga.
· Lalat : beberapa jenis lalat berlalai semisal lalat capung (Crane Fly) yang tmenghisap nektar, atau lalat kandang kandang (Stable Fly) yang gemar menghisap darah hewan ternak.
· Nyamuk seperti nyamuk gajah, memiliki belalai yang digunakan untuk menghisap bukan darah tetapi nektar sebagai sumber nutrisi.
Tentu saja di dalam naskah ini saya tidak membahas organ tubuh manusia khusus kaum lelaki berbentuk mirip belalai yang bisa berubah dari lunak menjadi keras demi berfungsi reproduktif.
Mohon para atheis berkenan memaafkan saya, bahwa pada hakikatnya keaneka ragaman hayati belalai tersebut membuat saya makin takjub bukan sekadar percaya namun malah yakin atas KeMahaKuasaan Yang Maha Kuasa. AMIN.




KOMENTAR ANDA