post image
Presiden Prabowo Subianto
KOMENTAR

Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI

KBBI memaknakan istilah retret yang berasal dari bahasa Inggris “retreat” (yang bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai “mundur teratur”) secara cukup singkat padat yaitu:  ret·ret /retrét/ n Kris khalwat mengundurkan diri dari dunia ramai untuk mencari ketenangan batin. 

Pada hakikatnya kata retreat pada slogan “Ever Onward, Never Retreat” memiliki kandungan makna tidak terlalu heroik maka dibubuhkan kata Never di depan Rereat. Bukan sebaliknya yakni “Ever Retreat, Never Onward”.

Sementara ensiklopedi bebas Wikipedia mengurai makna retret secara lebih bebas namun tetap bertahan spiritual-sentris “Retret memiliki beberapa makna yang berkaitan, yang pada umumnya berupa gagasan untuk sementara waktu menjauhkan diri sendiri dari lingkungan kesehariannya. Kegiatan retret dapat dilakukan untuk alasan yang berhubungan dengan kebutuhan spiritual, menghindari stres, menjaga kesehatan, bagian dari gaya hidup, ataupun hal-hal sosial atau ekologis lainnya”.

Retret dapat berarti sebuah periode pengalaman menyendiri ataupun pengalaman mengasingkan diri bersama dengan sebuah kelompok/komunitas. Beberapa retret dilakukan dalam kesunyian, sementara yang lainnya dilakukan dalam suasana berbagi rasa, tergantung dari pengetahuan dan praktik yang dilakukan oleh fasilitator dan/atau pesertanya.

Retret sering kali dilakukan di daerah pedesaan atau pedalaman, atau di tempat-tempat retret khusus seperti sebuah biara. Retret religius/spiritual menyediakan waktu untuk berefleksi, berdoa, atau bermeditasi. Hal-hal ini dianggap penting dalam Buddhisme, dan juga populer di kalangan gereja-gereja Kristen, terutama dalam gereja Katolik dan juga termasuk Protestan seperti Anglikan.

Tapa-Brata yang dilakukan Arjuna di dalam kisah Arjuna Wiwaha pada hakikatnya merupakan bentuk retret. Jesus Kristus berkelana di gurun selama sekitar tiga puluh tahun pada dasarnya merupakan periku retret. Panglima Besar Soedirman sengaja mengundurkan diri bersama pasukan TNI ke pedesaan demi melakukan perang gerilya melawan Belanda dan sekutunya.

Retret menjelang bulan suci Ramadhan pada tahun 2025 dicanangkan sebagai kawah Candradimuka khusus untuk para kepala daerah terpilih bukan acara keagamaan berkat eksplisit bertujuan administratif-politis maka layak disebut sebagai sekularisasi retret.

Retret tidak dilakukan seorang diri namun beramai-ramai. Terinsiprasi oleh praktek retret yang sukses dilakukan oleh umat Katolik terutama ordo Jesuit sebagai kesempatan kontemplatif untuk lebih mawas diri, diselenggarakanlah retret khusus untuk para kepala daerah terpilih di Akmil Magelang dihadiri oleh dua presiden pendahulu Prabowo yaitu Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widowo.

Acara retret para kepala daerah terpilih ditutup secara sekular dengan makan malam bersama kemudian gempita berjoget-ria sambil berdendang lagu-lagu populer Indonesia.

Retret kepala daerah 2025 dinilai berhasil sukses gemilang mencapai target maka Presiden Prabowo spontan menginstruksikan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Wakil Mendagri untuk kembali menyelenggarakan retret kepala daerah pada tahun 2026.

Bahkan awal tahun 2026, Presiden Prabowo sendiri memimpin retret bersama para Menteri.  Bersama selangkah mundur ke belakang  demi  bersama maju tak gentar dua langkah ke depan secara lebih baik.  MERDEKA!


Pembatasan Gadget bagi Anak: Investasi Negara dalam Membangun Generasi Sehat dan Produktif

Sebelumnya

Tiga Prajurit TNI Tewas, Dubes Palestina di Jakarta Ikut Berduka

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Nasional