post image
Ilustrasi: ZonaTerbang
KOMENTAR

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya penurunan drastis pada jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang melakukan perjalanan ke luar negeri. Berdasarkan data terbaru, minat masyarakat untuk berplesiran ke negara tetangga maupun destinasi internasional lainnya menunjukkan tren yang merosot tajam pada pertengahan tahun ini.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan bahwa jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) sepanjang April 2026 hanya tercatat sebanyak 644 ribu perjalanan. Angka ini mencerminkan kelesuan pasar pariwisata luar negeri yang cukup signifikan di kalangan masyarakat Indonesia.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yakni Maret 2026, angka kunjungan ke luar negeri tersebut mengalami penurunan sebesar 18,85 persen (month-to-month/mtm). Penurunan ini diduga dipengaruhi oleh berakhirnya masa libur panjang atau pergeseran prioritas pengeluaran masyarakat pasca-momentum tertentu.

"Secara tahunan atau year-on-year (yoy), penurunan yang terjadi jauh lebih tajam, yakni mencapai 30,54 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada April 2025 lalu," ujar Pudji Ismartini dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Selasa, 2 Juni 2026.

Tren penurunan ini rupanya tidak hanya terjadi dalam skala bulanan. BPS mencatat bahwa jika diakumulasikan sejak awal tahun, grafiknya tetap menunjukkan arah penyusutan, meskipun tidak setinggi penurunan pada bulan April secara spesifik.

Secara kumulatif, total perjalanan wisnas selama periode Januari hingga April 2026 mencapai 3,14 juta perjalanan. Jumlah tersebut menyusut sekitar 3,49 persen jika disandingkan dengan performa pergerakan wisnas pada empat bulan pertama di tahun sebelumnya.

Pariwisata Domestik Turut Melambat di Bulan April

Menariknya, kelesuan aktivitas liburan ini ternyata tidak hanya melanda sektor perjalanan internasional. Pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) atau masyarakat yang bepergian di dalam negeri juga terdeteksi mengalami kontraksi yang cukup dalam pada April 2026.

BPS merilis data bahwa jumlah perjalanan wisnus pada April 2026 hanya menyentuh angka 97,55 juta perjalanan. Volume pergerakan domestik ini mengalami penurunan sebesar 22,79 persen jika dibandingkan dengan catatan pada bulan Maret 2026 (mtm).

"Sedangkan jika dibandingkan dengan kondisi pada April 2025, perjalanan wisnus ini juga mengalami penurunan sebesar 24,14 persen secara tahunan," tambah Pudji saat memaparkan detail fluktuasi data pariwisata tersebut kepada awak media.

Sektor Domestik Cetak Rekor Tertinggi dalam 4 Tahun Terakhir

Meski performa pada bulan April cenderung melempem, secara umum kinerja pariwisata domestik Indonesia sepanjang tahun 2026 ini masih berada di jalur yang positif. Akumulasi perjalanan dari Januari hingga April 2026 masih mampu mencatatkan pertumbuhan yang menggembirakan.

Sepanjang caturwulan pertama tahun ini, total perjalanan wisnus di tanah air sukses menembus angka 417,06 juta perjalanan. Angka fantastis ini mengalami kenaikan sebesar 1,48 persen dibandingkan dengan periode kumulatif yang sama pada tahun lalu.

Menurut Pudji, capaian kumulatif wisnus ini menjadi angin segar sekaligus catatan sejarah baru bagi pemulihan ekonomi pascapandemi. "Capaian kunjungan wisnus Januari hingga April 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2021," pungkasnya optimis.


JetBlue Perbarui Prosedur Descent Demi Lindungi Kru dari Risiko Turbulensi

Sebelumnya

Bluetooth “BOMB” Bikin Panik, Pilot Putar Balik Pesawat di Atas Atlantik

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews