Lamine Yamal dan Lionel Messi berbagi momen pelukan yang menyentuh hati setelah pertandingan final Piala Dunia pada hari Minggu lalu. Bintang muda asal Spanyol tersebut akhirnya mengungkap apa yang dikatakan oleh legenda Argentina itu kepadanya dalam pelukan penuh makna tersebut.
Pertandingan final yang berlangsung sengit di New Jersey tersebut mempertemukan Spanyol dan Argentina dalam duel perebutan gelar juara dunia. Spanyol akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0 setelah melalui babak tambahan waktu melawan sang juara bertahan.
Laga tersebut berjalan dengan dinamika yang cukup unik di mana skuad Amerika Selatan gagal melepaskan satu pun tembakan ke gawang selama 90 menit waktu normal. Hingga babak tambahan 120 menit berakhir, Argentina tercatat sama sekali tidak mencatatkan tembakan tepat sasaran.
Tim nasional Spanyol memegang kendali penuh atas jalannya pertandingan sejak awal babak pertama. Kendati demikian, mereka sempat kesulitan menembus lini pertahanan Argentina yang tampil sangat kokoh dan disiplin.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-106 ketika Ferran Torres dengan tenang sukses menceploskan bola ke gawang lawan. Gol penentu kemenangan ini memastikan Spanyol mengamankan trofi bergengsi tingkat global tersebut.
Suasana sempat memanas pasca-peluit panjang berbunyi akibat insiden keributan di lapangan. Beberapa pemain dan staf pelatih Argentina terekam melayangkan pukulan kepada para pemain Spanyol, yang kini tengah diselidiki secara resmi oleh FIFA.
Di tengah kekacauan tersebut, Lionel Messi memilih untuk menjauh dari keributan dan menunjukkan gestur sportivitas yang tinggi. Pemain berusia 39 tahun itu mendatangi dan memberikan pelukan hangat kepada bintang muda Spanyol, Lamine Yamal.
Momen tersebut terasa sangat ikonik karena Yamal yang baru berusia 19 tahun kini telah resmi menambah gelar juara dunia ke koleksi trofi Euro-nya. Pelukan itu seolah menjadi simbol estafet kepemimpinan dari sang legenda kepada bintang masa depan Barcelona tersebut.
“Dia adalah pemain terbaik sepanjang sejarah dan sosok yang selalu saya idolakan. Setelah pertandingan, saya ingin menunjukkan rasa hormat saya kepadanya,” kata Yamal seperti dimuat media Spanyol, Marca.
“Dia memberi tahu saya untuk terus berjalan di jalur saya dan bahwa masa depan adalah milik generasi kami. Kata-kata itu nilainya sama berharganya dengan medali emas yang menggantung di leher saya,” sambungnya.
Yamal menambahkan, “Jika seseorang memberi tahu saya beberapa tahun lalu bahwa saya akan berada di sini mengangkat Trofi Piala Dunia setelah bertanding melawan Lionel Messi, saya pasti mengira mereka gila.”
Momen pertukaran kata-kata antara kedua pemain ini langsung menjadi sorotan utama media olahraga dunia.
Bagi Yamal dan para penggemar sepak bola, interaksi emosional dengan peraih Ballon d’Or terbanyak itu menjadi kenangan yang tak ternilai harganya. Momen ini sekaligus menandai babak baru perjalanan karier sang wonderkid di panggung sepak bola internasional.



KOMENTAR ANDA