Persatuan Purnawirawan Angkatan Udara (PPAU) resmi meluncurkan program literasi bertajuk "Bincang Buku" yang direncanakan berlangsung secara rutin setiap bulan. Acara perdana program ini diselenggarakan di Kantor PPAU, Persada Purnawira Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa, 29 September 2026, dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, mempertemukan para sesepuh TNI AU dengan generasi penerus.
Program ini lahir dari kesadaran bahwa setiap perwira Angkatan Udara menyimpan kekayaan pengalaman serta pengetahuan berharga sepanjang masa pengabdiannya. Sayangnya, sebagian besar pengetahuan tersebut selama ini hanya hidup dalam ingatan atau percakapan terbatas, sehingga belum banyak dituangkan dalam bentuk tulisan tertulis yang bisa diwariskan ke generasi berikutnya.
Peluncuran perdana ini dipimpin langsung oleh Ketua Pelaksana PPAU, Marsekal Madya TNI (Purn.) Wieko Syofyan. Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran pengurus pusat PPAU serta sejumlah pejabat tinggi Markas Besar TNI Angkatan Udara (Mabesau), termasuk Kadispen AU Marsma TNI Nyoman, Kadisjarah AU, dan Asisten Teritorial AU Marsda TNI Palito Sitorus.
Kehadiran para petinggi TNI AU ini menunjukkan dukungan penuh institusi terhadap gerakan literasi yang digagas PPAU. Diskusi perdana ini dipandu oleh Marsda TNI (Purn.) Imam Wahyudi selaku moderator, yang berhasil mencairkan suasana dan memantik antusiasme para peserta yang hadir.
Daya tarik utama dari pertemuan perdana ini adalah kolaborasi karya dari lintas generasi, yakni buku yang ditulis oleh Kolonel Martinus dari kalangan perwira aktif serta Marsma TNI (Purn.) Dr. Agus Purwo dari kalangan purnawirawan. Pertemuan pemikiran antara pengalaman senior dan perspektif perwira aktif ini diuji dan diperkaya melalui sesi diskusi terbuka yang interaktif.
Dalam sambutannya, Penasihat Senior PPAU, Marsda TNI (Purn.) F.X. Soejitno,, bersama Marsekal TNI (Purn.) Chappy Hakim, menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya inisiatif mulia ini. Menurut F.X. Soejitno, kegiatan semacam ini sangat positif dan terbukti bermanfaat besar dalam meningkatkan kualitas intelektual keluarga besar Angkatan Udara.
Lebih dari sekadar ajang bedah buku, kegiatan ini diharapkan mampu menjawab keprihatinan atas lemahnya minat membaca dan menulis di tengah masyarakat. Bagi para purnawirawan, menulis memiliki arti strategis karena mereka membawa pelajaran hidup tentang kepemimpinan, operasi militer, keselamatan penerbangan, hingga pemeliharaan pesawat yang jarang ditemukan dalam literatur formal.
PPAU menegaskan bahwa sebuah buku tidak harus melulu berisi kisah kesuksesan, melainkan juga pelajaran dari kesulitan dan dinamika zaman. Pengalaman jujur para purnawirawan dapat menjadi panduan berharga bagi perwira muda, akademisi, peneliti, hingga masyarakat umum untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Melalui program bulanan ini, sinergi antara membaca dan menulis akan terus digelorakan di lingkungan TNI AU. Setiap pertemuan dirancang untuk mendorong peserta agar membaca karya secara sungguh-sungguh, berdiskusi kritis, dan pada akhirnya berani menelurkan karya tulis baru berupa artikel, kajian, maupun buku.
Sesi perdana Bincang Buku PPAU ini ditutup dengan penyerahan cendera mata, foto bersama, serta ramah tamah dan santap siang. Dengan konsistensi pelaksanaan setiap bulannya, program ini diyakini mampu menumbuhkan tradisi intelektual yang kuat dan memastikan mata rantai pengetahuan Angkatan Udara terus terwariskan dengan baik.



KOMENTAR ANDA