post image
Pesawat angkut militer MV-22 Osprey/Net
KOMENTAR

Amerika Serikat (AS) telah menyetujui pejualan delapan buah pesawat angkut militer MV-22 Block C Osprey  kepada Indonesia senilai 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 29 triliun (Rp 14.385/dolar AS).

Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan dari Departemen Pertahanan AS juga telah memberikan sertifikasi yang diperlukan kepada Kongres terkait penjualan alutsista tersebut pada Senin (6/7).

Berdasarkan pernyataan Pentagon yang diterima <i>Kantor Berita Politik RMOL</i> pada Selasa (7/7), penjualan tersebut bertujuan untuk mendukung kebijakan luar negeri dan keamanan nasional AS dengan meningkatkan keamanan mitra global di wilayah Asia Pasifik.

"Sangat penting bagi kepentingan nasional AS untuk membantu Indonesia mengembangkan dan mempertahankan kemampuan pertahanan diri yang kuat dan efektif," ujar Pentagon.

"Penjualan pesawat dan dukungan yang diusulkan akan meningkatkan kemampuan kemanusiaan dan bantuan bencana Indonesia dan mendukung operasi amfibi," lanjutnya.

Pentagon menegaskan, penjualan alutsista tersbeut tidak akan mengubah keseimbangan militer dasar di kawasan.

Adapun selain delapan MV-22 Osprey, Indonesia juga sudah mengajukan pembelian untuk:

1. 24 unit AE 1107C Rolls Royce Engines;  
2. 20 unit AN/AAQ-27 Forward Looking InfraRed Radars;
3. 20 unit AN/AAR-47 Missile Warning Systems;
4. 20 unit  AN/APR-39 Radar Warning Receivers;
5. 20 unit AN/ALE-47 Countermeasure Dispenser Systems;
6. 20 unit AN/APX-117 Identification Friend or Foe Systems (IFF);
7. 20 unit AN/APN-194 Radar Altimeters;
8. 20 unit AN/ARN-147 VHF Omni-Directional Range (VOR) Instrument Landing System (ILS) Beacon Navigation Systems;
9. 40 unit ARC-210 629F-23 Multi-Band Radios (Non-COMSEC);
10. 20 unit AN/ASN-163 Miniature Airborne Global Positioning System (GPS) Receivers (MAGR);
11. 20 unit AN/ARN-153 Tactical Airborne Navigation Systems;
12. 20 unit Traffic Collision Avoidance Systems (TCAS II);
13. 20 unit M-240-D 7.64mm Machine Guns; dan
14. 20 unit GAU-21 Machine Guns.

Termasuk juga suku cadang, perangkat lunak, hingga dokumen teknis. Di mana kontraktor utamanya adalah Bell Textron dan Boeing.

Close X

Koalisi Arab Saudi Tembak Jatuh Drone Bermuatan Bahan Peledak Dari Houthi

Sebelumnya

Buntut Bentrokan Armenia-Azerbaijan: Turki Kerahkan F-16, Rusia Kirim Empat Ribu Prajurit

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga