Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) resmi mengumumkan kembalinya satu unit pembom strategis B-1B Lancer dengan nomor seri 86-0115 ke jajaran armada aktif pada 6 Mei 2026. Pesawat yang sebelumnya telah dipensiunkan pada tahun 2021 ini berhasil diaktifkan kembali setelah menjalani proses restorasi intensif selama hampir dua tahun.
Kini, pembom tersebut telah bergabung dengan Sayap Bom ke-7 (7th Bomb Wing) di Pangkalan Angkatan Udara Dyess, Texas, dengan identitas baru yang gagah: "Apocalypse II."
Perjalanan pemulihan pesawat ini dimulai pada Juli 2024 ketika ia ditarik dari "Boneyard" atau Tempat Pemeliharaan dan Regenerasi Kedirgantaraan ke-309 (AMARG) di Arizona. Sebelumnya dikenal dengan nama "Rage," pesawat ini disimpan dalam kategori Type 2000, yaitu penyimpanan yang memungkinkan pesawat dipanggil kembali jika diperlukan. Langkah ini diambil untuk memastikan jumlah armada B-1B tetap berada pada angka 45 unit sesuai dengan mandat yang ditetapkan oleh Kongres Amerika Serikat.
Proses regenerasi teknis dilakukan secara menyeluruh di Pangkalan Angkatan Udara Tinker, Oklahoma, melibatkan lebih dari 200 personel militer dan sipil dari Skuadron Pemeliharaan Pesawat ke-567. Selama masa restorasi, tim bekerja dalam sif yang diperpanjang untuk melakukan perombakan sistem besar-besaran dan perbaikan struktural. Dilaporkan bahwa lebih dari 500 komponen diganti untuk memastikan pesawat memenuhi standar kelaikan terbang dan kesiapan tempur yang ketat.
Salah satu momen ikonik dalam proses ini terjadi pada Februari 2026, saat pesawat tersebut tertangkap kamera sedang melakukan uji coba terbang dalam konfigurasi logam polos tanpa cat sama sekali. Penampakan langka ini menandai tahap akhir dari pengujian fungsional sistem sebelum pesawat masuk ke fasilitas pengecatan. Setelah dinyatakan "Fully Mission Capable," pesawat akhirnya mendapatkan cat baru dengan grafis hidung (nose art) khusus yang menghormati kru B-24J Liberator dari era Perang Dunia II.
Keberhasilan proyek ini tidak lepas dari dedikasi para teknisi yang mampu mengatasi berbagai hambatan teknis yang kompleks. Steven Mooy, kepala penjadwal di unit pemeliharaan, memuji kemampuan timnya yang sanggup melakukan perbaikan struktural yang dianggap mustahil oleh unit lain di komunitas pembom. Kerja keras ini memuncak pada 22 April 2026, ketika "Apocalypse II" terbang dari Oklahoma menuju markas barunya di Texas untuk siap beroperasi kembali.
Langkah pengaktifan kembali pesawat lama ini dilakukan di tengah keputusan Pentagon untuk menunda masa pensiun armada B-1B hingga setidaknya tahun 2037. Sembari menunggu kehadiran pembom siluman masa depan B-21 Raider, USAF terus memodernisasi platform warisan seperti B-1B dan B-52 Stratofortress.
Hal ini membuktikan bahwa pembom Lancer tetap menjadi instrumen krusial dalam strategi serangan konvensional jarak jauh global milik Amerika Serikat.
"Apocalypse II" merupakan pembom B-1B kedua dalam dua tahun terakhir yang berhasil dibangkitkan dari "kuburan" pesawat, mengikuti jejak pembom "Lancelot" sebelumnya. Dengan integrasi senjata baru seperti rudal hipersonik AGM-183 ARRW, armada Lancer dipastikan akan tetap relevan dan mematikan di medan tempur modern hingga mereka benar-benar digantikan sepenuhnya oleh generasi pembom berikutnya di dekade mendatang.




KOMENTAR ANDA