Sebuah insiden yang cukup aneh terjadi di Bandara Tenerife Selatan. Seorang pria lanjut usia berusaha membawa istrinya yang telah meninggal ke dalam pesawat menggunakan kursi roda.
Kecurigaan muncul ketika petugas di pos pemeriksaan keamanan memperhatikan pria tersebut melewati detektor logam sementara wanita itu tetap tidak responsif secara aneh.
Menurut Simple Flying, pemeriksaan lebih lanjut mengungkapkan bahwa wanita di kursi roda tersebut tampaknya tidak bernapas. Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan suhu tubuh yang sangat rendah, yang mengakibatkan petugas keamanan memberi tahu layanan darurat dan medis.
Insiden yang Tidak Biasa
Meskipun bukan hal yang tidak biasa bagi jenazah manusia untuk diangkut melalui pesawat untuk repatriasi, biasanya jenazah ditangani dengan sangat hati-hati dan diproses secara terpisah di bandara. Namun, sebuah insiden pada Oktober 2025, di Bandara Tenerife Selatan (TFS), menurut laporan dari Irish Star, memperlihatkan seorang penumpang lanjut usia melewati bandara sambil mendorong istrinya yang telah meninggal di kursi roda. Situasi tersebut pertama kali diketahui di pos pemeriksaan keamanan bandara.
Laporan menunjukkan bahwa pria berusia 80 tahun itu mencoba melewati detektor logam ketika petugas keamanan bandara memperhatikan perilaku aneh dan tidak responsif dari wanita di kursi roda. Pemeriksaan lebih lanjut mengungkapkan bahwa wanita tersebut tampaknya tidak bernapas, dan ketika tangannya diperiksa untuk denyut nadi, petugas mencatat suhu tubuh yang sangat rendah sebelum memberi tahu tim medis.
Menurut laporan, sang suami memberi tahu pihak berwenang bahwa istrinya telah meninggal dunia beberapa jam sebelumnya, di dalam area bandara. Meskipun penyelidikan telah dibuka oleh pihak berwenang setempat untuk mengklarifikasi keadaan insiden ini, laporan menunjukkan bahwa sang suami telah ditangkap. Simple Flying telah menghubungi bandara, dan setiap tanggapan yang diterima akan diperbarui dalam artikel ini.
Insiden easyJet Serupa Bulan Lalu
Meskipun insiden yang disebutkan di atas terjadi pada Oktober 2025 di Tenerife, laporan oleh NDTV World menunjukkan insiden serupa lainnya di mana seorang penumpang yang meninggal dunia naik ke penerbangan easyJet dari Malaga, Spanyol, ke Bandara London Gatwick (LGW). Dalam insiden ini dari Desember 2025, seluruh keluarga membawa nenek mereka yang berusia 89 tahun, yang mereka klaim "lelah" dan "tidak sehat."
Menurut laporan, penumpang melihat anggota keluarga mendorong jenazah ke bagian belakang pesawat menggunakan kursi roda dan mengangkat jenazah ke atas kursi. Dilaporkan, keluarga tersebut diizinkan naik ke pesawat untuk membawa nenek mereka yang telah meninggal, dengan alasan sertifikat layak terbang yang masih berlaku, dan awak kabin baru mengetahui bahwa penumpang tersebut telah meninggal ketika pesawat bersiap untuk lepas landas.
Hal ini menyebabkan awak kabin memberi tahu petugas terkait, dengan alasan keadaan darurat medis, dan pesawat kembali ke terminal, di mana petugas layanan darurat mengkonfirmasi kematian tersebut. Seluruh penerbangan dilaporkan tertunda sekitar 12 jam.
Berdasarkan kutipan dari maskapai yang diterbitkan oleh Euro News, pesawat tersebut kembali ke terminal karena seorang penumpang membutuhkan perawatan medis, yang sayangnya meninggal dunia. Namun, easyJet tetap mempertahankan pendirian bahwa penumpang tersebut memiliki sertifikat layak terbang yang valid dan masih hidup saat naik pesawat. Meskipun belum ada penangkapan yang dilakukan, pihak berwenang Spanyol sedang menyelidiki insiden ini.
Bagaimana Seharusnya Jenazah Diangkut?
Dari dua insiden yang disebutkan di atas, jelas bahwa jenazah tidak seharusnya diangkut ke pesawat dengan kursi roda dan diterbangkan di antara penumpang di kabin utama. Jadi pertanyaannya tetap, apa protokol yang benar untuk memulangkan jenazah manusia? Untuk menangani pengangkutan tersebut, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) telah merancang pedoman bagi maskapai penerbangan, pengangkut kargo, atau perusahaan pengiriman barang untuk diikuti.
Jenazah dipulangkan sebagai kargo khusus, dan oleh karena itu diangkut di ruang kargo pesawat atau di dalam pesawat kargo khusus. Ini membutuhkan jaminan bahwa jenazah dikemas dengan benar dan disegel dalam peti mati atau peti jenazah yang sesuai. Jenazah juga akan dibalsem untuk mencegah pembusukan selama pemulangan. Setelah dikemas, jenazah disimpan di kompartemen kargo yang dikontrol suhunya untuk memastikan pemulangan yang aman. Sementara jenazah ditangani dengan hati-hati, seperti halnya penumpang biasa dan kargo mereka, jenazah yang akan dipulangkan juga membutuhkan dokumentasi yang benar.
Meskipun seluruh proses ini melibatkan beberapa orang dan terkadang bisa rumit, penting agar proses repatriasi dilakukan dengan benar untuk memastikan prosesnya berjalan semulus mungkin dan tepat waktu bagi semua pihak yang terlibat. Dengan daftar periksa dan prosedur standar yang dibuat oleh IATA, sebagian besar maskapai penerbangan dapat memfasilitasi misi repatriasi tersebut, sehingga sedikit memudahkan keluarga yang terlibat.


KOMENTAR ANDA