post image
Dubes RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun menyapa lebih dari 200 WNI di kota Changsha, Provinsi Hunan, Tiongkok pada hari Minggu, 8 Maret 2026./KBRI Beijing
KOMENTAR

“Saya ingin KBRI tidak hanya menunggu di Beijing. Saya ingin ada kehadiran langsung. Menyapa. Mendengar cerita.” 

Demikian dikatakan Dubes RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun ketika membuka sambutannya ketika menyapa lebih dari 200 warga negara Indonesia di kota Changsha, Provinsi Hunan, Tiongkok pada hari Minggu, 8 Maret 2026.

Seluruh masyarakat Indonesia yang memenuhi ballroom hotel - lebih dari 90 persen merupakan mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di Changsha - tampak antusias menyimak setiap kata dalam sambutan tersebut.

Kehadiran langsung Perwakilan RI di tengah komunitas WNI di luar Beijing menjadi momen yang disambut dengan penuh kehangatan oleh para peserta. 

Dalam sambutannya, Dubes Djauhari juga mengingatkan pentingnya bagi WNI yang berada di luar negeri untuk melakukan lapor diri kepada perwakilan RI. 

“Sekarang caranya juga sangat mudah. Cukup melalui Portal Peduli WNI. Bisa dilakukan secara online, kapan saja, dan dari mana saja.,” lanjut Dubes Djauhari. Setelah sambutan Duta Besar, acara silaturahmi dilanjutkan dengan perkenalan Wakil Duta Besar Republik Indonesia di Beijing, dr. Irene, kepada masyarakat Indonesia yang hadir.

“Pertemuan ini sangat berarti, karena diplomasi bukan hanya tentang hubungan antar negara dan antar pemerintah, tetapi juga tentang menjaga komunikasi dengan warga negara Indonesia yang berada di luar tanah air,” kata Irene dalam sambutan perkenalannya seperti dilaporkan KBRI Beijing. 

Lebih lanjut, Wakil Dubes Irene menekankan peran penting masyarakat Indonesia di Tiongkok sebagai penghubung persahabatan antarbangsa.

“Keberadaan masyarakat Indonesia di Tiongkok, baik yang bekerja, berusaha, maupun belajar, menjadi jembatan persahabatan antarbangsa. Setiap prestasi yang diraih mahasiswa, setiap kerja profesional yang dilakukan, setiap interaksi dengan masyarakat setempat, semua itu ikut membawa nama Indonesia,” ujarnya.

Acara yang juga menghadirkan momen berbuka puasa bersama di bulan Ramadan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan. Kehangatan itu terasa semakin bermakna di tengah suhu kota Changsha yang masih berkisar di bawah 10 derajat Celsius. 

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menghadirkan layanan konsuler dan imigrasi secara langsung bagi masyarakat Indonesia di Changsha. Sebelumnya, untuk memperoleh layanan tersebut para WNI harus menempuh perjalanan hampir 1.500 kilometer menuju Beijing. 

Dalam kesempatan ini, sejumlah WNI memanfaatkan layanan pencatatan rekam biometrik untuk pembuatan paspor baru yang dilakukan oleh tim Atase Imigrasi KBRI Beijing. Di samping layanan tersebut, Atase Imigrasi KBRI Beijing juga menyampaikan beberapa informasi mengenai kekonsuleran dan keimigrasian kepada para mahasiswa dan diaspora Indonesia di Changsha.

Sebagai penutup, Dubes Djauhari menyampaikan harapannya agar kebersamaan yang terjalin dalam pertemuan tersebut dapat membawa manfaat dan semakin mempererat ikatan di antara masyarakat Indonesia di perantauan.

Mengakhiri rangkaian kegiatan pada malam itu, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu “Rayuan Pulau Kelapa” yang dipimpin langsung oleh Dubes Djauhari. Nyanyian tersebut menjadi penutup yang hangat dan penuh makna, sekaligus pengingat bahwa di mana pun berada, masyarakat Indonesia tetap terhubung sebagai satu keluarga besar Indonesia di luar negeri.


Kapal Musaffah 2 Meledak di Selat Hormuz, 3 WNI Hilang

Sebelumnya

Jejak Gerakan Kembali ke UUD 1945 Asli: Try Sutrisno hingga Prijanto

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Indonesiana