post image
Pasukan penyelamat beroperasi di sebuah gedung yang terkena serangan rudal Iran di Tel Aviv, Israel, pada hari Minggu, 1 Maret 2026./CNBC.com
KOMENTAR

Mesir menyerukan negara-negara Arab untuk memperkuat kerja sama keamanan bersama dan mempertimbangkan pembentukan pasukan gabungan Arab, seiring meningkatnya ketegangan regional menyusul konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Berbicara dalam pertemuan darurat para menteri luar negeri Arab, Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdel-Aty mendesak pengaktifan konsep keamanan nasional Arab untuk melindungi kedaulatan dan stabilitas negara-negara Arab.

Pertemuan tersebut diadakan atas permintaan Arab Saudi dan didukung oleh beberapa negara Arab untuk membahas dampak serangan Iran yang menargetkan sejumlah negara di kawasan tersebut.

Abdel-Aty menekankan perlunya memperkuat kerangka kerja untuk kerja sama kolektif Arab dalam menghadapi ancaman yang muncul. Ia mengatakan pembentukan pasukan gabungan Arab dapat menjadi bagian dari upaya untuk menanggapi tantangan keamanan regional secara efektif.

Menteri Mesir itu juga mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara Arab, menggambarkannya sebagai pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip bertetangga baik dan hukum internasional, dan menolak segala pembenaran atas tindakan tersebut.

Pada saat yang sama, Abdel-Aty menekankan pentingnya dialog dan diplomasi untuk meredakan ketegangan, memperingatkan risiko bahwa kawasan tersebut dapat terjerumus ke dalam konflik dan ketidakstabilan yang lebih luas.

Sikap Mesir ini muncul di tengah meningkatnya aktivitas diplomatik yang dipimpin oleh Kairo dalam beberapa hari terakhir, termasuk konsultasi telepon tingkat tinggi dengan para pemimpin dan menteri luar negeri dari beberapa negara Arab yang terkena dampak.

Pertemuan darurat tersebut, yang didukung oleh Arab Saudi, Yordania, Kuwait, Qatar, Oman, dan Bahrain, mengeluarkan pernyataan yang mengecam keras apa yang digambarkan sebagai serangan Iran terhadap negara-negara Teluk, Yordania, dan Irak.

Para menteri luar negeri Arab mengatakan serangan tersebut merupakan tindakan ilegal dan tanpa provokasi yang melanggar kedaulatan negara-negara yang menjadi sasaran dan menimbulkan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan regional dan internasional.


Untuk Akhiri Perang dengan Iran, Trump Hubungi Putin

Sebelumnya

Oman Buka Suara, Kecam Serangan AS-Israel dan Aksi Balasan Iran

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Politik Global