post image
KOMENTAR

Pada akhirnya, pertanyaannya bukan siapa paling kuat, tetapi siapa paling tahan terhadap konsekuensi. Jika Selat Hormuz tertutup, kapal berhenti, dan harga energi melonjak, dampaknya akan terasa dari Washington hingga Jakarta.

Dunia bukanlah proyek properti yang bisa ditutup dengan satu transaksi. Ia adalah jaringan saling ketergantungan. Dan dalam jaringan itu, satu keputusan berbasis intimidasi dapat berubah menjadi krisis global yang berlangsung bertahun-tahun.


Forum Purnawirawan Prajurit TNI: Tanpa Mandat PBB Indonesia Harus Angkat Kaki dari Board of Peace

Sebelumnya

Insiden Bawean 2003 dan Makna Kedaulatan Udara dalam Kepentingan Nasional

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Politik Global