Italia menangguhkan perpanjangan perjanjian kerja sama pertahanan bilateral dengan Israel, serta membekukan latihan militer bersama, pertukaran peralatan, dan kolaborasi industri pertahanan.
Pembatalan itu disampaikan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Selasa, 14 April 2026.
“Mengingat situasi saat ini, pemerintah telah memutuskan untuk menangguhkan perpanjangan otomatis perjanjian pertahanan dengan Israel,” kata Meloni di sela-sela acara Vinitaly di Verona.
Memorandum tersebut ditandatangani pada tahun 2003 dan diratifikasi oleh parlemen pada tahun 2005. Perjanjian tersebut telah diperpanjang secara otomatis setiap lima tahun sejak saat itu.
Pakta tersebut menyediakan kerangka kerja untuk kerja sama dalam penelitian peralatan dan teknologi militer, serta impor, ekspor, dan transit material militer. Perjanjian tersebut juga mencakup pelatihan angkatan bersenjata, kebijakan pengadaan pertahanan, dan perjanjian militer antara perusahaan swasta di kedua negara, dengan tunduk pada otorisasi pemerintah.
Perjanjian tersebut telah mendukung beberapa kesepakatan pengadaan timbal balik selama dekade terakhir. Pada tahun 2012, Israel membeli 30 pesawat latih Leonardo M-346, sementara Italia memperoleh satelit pengintai OPTSAT-3000 dan dua pesawat peringatan dini udara G550 CAEW dari Israel Aerospace Industries (IAI).
Pesawat jet CAEW tersebut kemudian menjadi aset utama Angkatan Udara Italia, mencatat lebih dari 4.362 jam terbang dan mendukung 650 operasi militer antara tahun 2020 dan 2022, termasuk misi pengawasan NATO di dekat perbatasan Rumania-Moldova-Ukraina.
Pada September 2020, kedua pihak menyelesaikan kesepakatan timbal balik lainnya di mana Israel membeli 12 helikopter latih AW119Kx dari Leonardo, sementara Italia memperoleh peluncur rudal Spike dan rudal dari Rafael, bersama dengan simulator helikopter dari Elbit Systems.
Penangguhan ini tidak memengaruhi kontrak yang ada atau pengiriman yang sedang berlangsung. Italia telah menghentikan lisensi ekspor senjata baru ke Israel pada Oktober 2024, sambil terus melaksanakan pesanan yang disetujui sebelum perang Gaza.
Kemerosotan hubungan tidak hanya terbatas pada Italia. Pada akhir Maret 2026, Israel juga mengatakan akan mengurangi pengadaan pertahanan dari Prancis hingga nol, sebuah langkah dengan efek praktis yang terbatas mengingat skala penjualan senjata yang relatif kecil antara kedua negara.
Ketegangan di Lebanon meningkatkan tekanan pada negara-negara Eropa
Penangguhan tersebut terjadi ketika Italia menghadapi tekanan politik yang meningkat atas hubungannya dengan Israel, di tengah meningkatnya kekerasan di Lebanon.
Pada 8 April 2026, pasukan Israel melepaskan tembakan peringatan ke arah konvoi pasukan penjaga perdamaian UNIFIL Italia yang melakukan perjalanan dari Shama ke Beirut, merusak setidaknya satu kendaraan. Tidak ada korban luka yang dilaporkan, tetapi insiden tersebut mendorong Roma untuk memanggil duta besar Israel.
Kemudian pada 13 April 2026, Israel memanggil duta besar Italia sebagai tanggapan setelah Menteri Luar Negeri Antonio Tajani mengutuk apa yang disebutnya sebagai "serangan yang tidak dapat diterima" terhadap warga sipil di Lebanon selama kunjungan ke Beirut.
Peristiwa tersebut terjadi di tengah memburuknya hubungan antara Israel dan negara-negara penyumbang pasukan Eropa di Lebanon selatan. Insiden dengan pasukan penjaga perdamaian Italia terjadi sehari setelah pasukan Israel sempat menahan seorang penjaga perdamaian Spanyol selama pemberhentian konvoi logistik UNIFIL di Lebanon selatan.
Prancis sebelumnya telah mengutuk apa yang mereka sebut sebagai "intimidasi yang sama sekali tidak dapat diterima" terhadap kontingen UNIFIL mereka menyusul tiga insiden yang melibatkan pasukan penjaga perdamaian Prancis pada 28 Maret 2026, dengan para pejabat Prancis mengatakan pasukan mereka telah menjadi sasaran intimidasi oleh pasukan Israel.
Italia memiliki 754 pasukan di UNIFIL, kontingen terbesar kedua setelah Indonesia.




KOMENTAR ANDA