Menjelang pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping, Boeing dilaporkan berpotensi mendapatkan pesanan pertama dari Tiongkok dalam hampir satu dekade. Bloomberg melaporkan bahwa Tiongkok hampir menyelesaikan pemesanan hingga 500 pesawat 737 MAX.
Reuters yang mengutip Bloomberg, mengatakan kesepakatan itu dapat diumumkan selama kunjungan Trump ke Tiongkok pada 31 Maret hingga 2 April 2026.
Bila benar, kesepakatan itu akan menjadi salah satu pesanan pesawat komersial terbesar dalam sejarah Boeing dan menandai terobosan signifikan bagi produsen pesawat AS di salah satu pasar penerbangan terbesar di dunia.
Tiongkok dan Boeing dilaporkan juga telah melakukan pembicaraan mengenai potensi pesanan pesawat berbadan lebar yang melibatkan sekitar 100 pesawat 787 Dreamliner dan 777X, meskipun diskusi tersebut tetap terpisah dan belum terselesaikan. Boeing menolak berkomentar, menurut Reuters.
Kunjungan Trump ke Beijing diperkirakan akan sangat fokus pada perdagangan dan upaya yang lebih luas untuk menstabilkan hubungan AS-Tiongkok.
China tetap menjadi salah satu pasar pertumbuhan jangka panjang terbesar untuk perjalanan udara, tetapi posisi Boeing di sana telah melemah akibat ketegangan geopolitik selama bertahun-tahun, pembekuan pengiriman, dan pergeseran dinamika persaingan yang membantu Airbus mendapatkan pangsa pasar.
Reuters melaporkan bahwa maskapai penerbangan China saat ini hanya menyumbang 2% dari buku pesanan Boeing yang teridentifikasi, sementara pelanggan yang tidak teridentifikasi mencakup 13,6% dari pesanan yang belum terselesaikan.
Boeing memperkirakan akan mengirimkan sekitar 500 pesawat 737 tahun ini. Mereka mengirimkan 51 pesawat pada bulan Februari, termasuk 43 jet MAX, total pengiriman Februari terkuat sejak 2018.


KOMENTAR ANDA