post image
Ilustrasi ZonaTerbang
KOMENTAR

Sebanyak sepuluh maskapai masuk dalam daftar maskapai paling tepat waktu atau On-Time Performance (OTP) yang disusun Official Airline Guide (OAG) Aviation Worldwide, sebuah lembaga pemeringkatan independen global. 

Yang menarik, Garuda Indonesia berada di puncak daftar dengan persentase sebesar 97,9 persen.

Dalam keterangan hari Minggu, 26 April 2026, OAG Aviation Worldwude mengatakan, peringkat ini disusun berdasarkan jumlah total penerbangan dan pembatalan penerbangan oleh setiap maskapai.

Garuda Indonesia mencatat hanya membatalkan 12 dari 6.300 penerbangan terjadwal yang direncanakan. 

Daftar 10 maskapai paling tepat waktu versi OAG:

1. Garuda Indonesia (97,9 persen)
2. Fuji Dream Airlines (95,5 persen)
3. Sky Airline (94,25 persen)
4. Copa Airlines (93,4 persen)
5. Star Flyer (92,85 persen)
6. Austrian Airlines Ag Diba Austrian (92,4 persen)
7. FlySafair (91,81 persen)
8. Changan Airlines (89,33 persen)
9. Wizz Air (89,22 persen)
10. Aeromexico (89,08 persen)

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro mengatakan, capaian ini merupakan milestone penting dalam perjalanan transformasi kinerja perusahaan, khususnya dalam memperkuat fondasi operasional yang semakin kompetitif dan konsisten.

“Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa upaya berkelanjutan kami dalam meningkatkan reliability operasional mulai menunjukkan hasil yang nyata,” kata Thomas dalam keterangan resmi. 

“Ketepatan waktu merupakan elemen krusial dalam membangun kepercayaan pelanggan, dan kami berkomitmen untuk menjadikannya sebagai standar layanan yang konsisten kami hadirkan,” sambung dia.

Pencapaian ini, kata dia, tidak terlepas dari penguatan disiplin operasional di seluruh lini, dari optimalisasi kesiapan armada, optimalisasi rotasi pesawat, hingga peningkatan koordinasi lintas fungsi dalam mendukung kelancaran operasional penerbangan. 

Berdasarkan metodologi yang digunakan oleh OAG Aviation Worldwide, perhitungan OTP didasarkan pada waktu kedatangan aktual pesawat di gate dibandingkan dengan jadwal yang ditetapkan. 

Selain itu, data juga memperhitungkan keseluruhan penerbangan yang dioperasikan dengan persyaratan cakupan data minimal 80 persen dari total penerbangan terjadwal, serta ambang batas minimum operasional untuk dapat masuk dalam pemeringkatan global.


SWISS Batalkan Take Off di India karena Gangguan Mesin

Sebelumnya

Maskapai Anyar dari Vietnam Ambil Alih Delapan A330 yang Pensiun di Era Covid

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews