post image
Raja Charles III dari Inggris saat berbicara di Kongres AS
KOMENTAR

Raja Charles III dari Inggris menjadi semacam pahlawan yang dapat mempersatukan Partai Republik dan Partai Demokrat. Pidato sepanjang 30 menit yang disampaikannya di Kongres AS pada Rabu, 29 April 2026, disambut hangat dan mendapat tak kurang dari 12 standing ovation. Pernyataan-pernyataan humoris yang disampaikannya juga disambut tawa politisi AS dari kedua kubu.

Kunjungan Raja Charles III ke AS adalah yang pertama sejak dia menggantikan ibunya, Ratu Elizabeth II. Sang Ibu juga pernah berpidato di depan Kongres AS pada 1991. 

Kunjungan bernilai penting, karena dilakukan bersamaan dengan 250 tahun kemerdekaan AS dari Inggris pada 1776. 

Ini adalah tujuh poin penting isi pidato Raja Charles III yang dirangkum ZonaTerbang.id:

Peringatan agar AS tidak “menutup diri”
Charles menegaskan tantangan global terlalu besar untuk ditanggung satu negara. Dia bilang: "we ignore the clarion calls to become ever more inward-looking." Pesannya: kerja sama, bukan isolasionisme.

Komitmen tak tergoyahkan untuk Ukraina & NATO
Raja menyebut "unyielding resolve is needed for the defense of Ukraine and her most courageous people" demi perdamaian yang adil. Dia juga puji NATO dan ingatkan Pasal 5 pasca 9/11, sambil soroti kenaikan belanja pertahanan Inggris terbesar sejak Perang Dingin.

Demokrasi & persatuan meski ada perbedaan
"Whatever our differences, whatever disagreements we may have, we stand united in our commitment to uphold democracy, to protect all our people from harm". Dia akui "we do not always agree" tapi kalau selaras, bisa hasilkan dampak besar.

Aksi lebih penting dari kata-kata
Charles bilang "America’s words carry weight and meaning", tapi "its actions matter even more". Dia tutup pidato dengan kutipan Lincoln dari Gettysburg Address: "The world will little note what we say, but it will never forget what we do".

Perlindungan alam & aksi iklim
Dia dorong AS untuk terus "addressing the collapse of critical natural systems" dan ingatkan "shared responsibility to safeguard nature, our most precious and irreplaceable asset".

Iman, dialog antaragama, dan nilai bersama
Raja menyebut iman Kristen sebagai "firm anchor and daily inspiration", tapi juga tekankan dialog lintas iman dan nilai "generosity of spirit... duty to foster compassion, to promote peace... and to value all people of all faiths and of none".

Warisan sejarah & Founding Fathers
Dia kutip Oscar Wilde: "We have really everything in common with America nowadays, except, of course, language". Dia juga sebut Founding Fathers sebagai "bold and imaginative rebels with a cause" dan ingatkan Magna Carta 1215 sebagai fondasi hukum bersama. 

Dalam pidato itu, Raja Charles juga menyampaikan satu humor yang begitu kuat dan menggelitik. Katanya, tanpa bantuan Inggris, Amerika Serikat saat ini akan berbahasa Perancis.  

Humor ini disampaikan sebagai respons atas pernyataan Donald Trump beberapa waktu lalu yang mengatakan, tanpa bantuan AS pada Perang Dunia Kedua, Eropa akan berbicara dengan bahasa Jerman dan sedikit bahasa Jepang.


Perang Iran Vs Israel-AS, Blokade Selat Hormuz & Kepentingan Indonesia

Sebelumnya

Rivalitas China-AS di Laut China Selatan & Krisis Energi Dunia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia

image